Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya Diancam

2026-01-11 22:13:50
Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya Diancam
TEHERAN, - Seorang kerabat Rouzbeh Vadi, ilmuwan nuklir Iran yang dieksekusi mati pada Agustus 2025, mengungkapkan apa yang telah dialami keluarganya.Anggota keluarga bernama Vahid Razavi itu mengatakan, Rouzbeh ditahan sekitar 18 bulan usai dituduh menjadi mata-mata Israel."Rouzbeh disiksa dengan sangat kejam, sampai-sampai tulang di kakinya dan dua tulang rusuknya patah, lalu ibunya ditangkap dan dipenjara," ujarnya, dikutip dari Iran International.Menurutnya, para penyidik juga memotret ibu Rouzbeh yang telah ditahan dan menunjukkannya untuk mendapat pengakuan paksa jadi mata-mata Israel.Jika tidak mengakui, ibunya diancam akan disiksa.Baca juga: Iran Temukan Alat Spionase Canggih Saat Tangkap Mata-mata Israel"Mereka memberitahu Rouzbeh bahwa jika dia tidak mengaku melakukan spionase dan setuju untuk tampil dalam wawancara televisi, mereka akan menyiksa ibunya," kata Vahid.Untuk diketahui, Rouzbeh merupakan doktor bidang teknik reaktor. Pada 2011, ia pernah menulis sebuah makalah bersama para ahli nuklir senior Iran yang tewas dalam konflik dengan Israel pada Juni 2025.Rouzbeh dihukum karena membagikan informasi rahasia tentang salah satu ilmuwan yang tewas dalam serangan tersebut kepada Mossad.Menurut Vahid, Rouzbeh terpaksa menerima apa yang disebutnya sebagai tuduhan palsu dengan syarat-syarat tersebut.Baca juga: Iran Adili Mata-mata Israel Selama Perang 12 Hari, Ada Bukti Alat Spionase Canggih Saat DitangkapSebagai informasi, Rouzbeh yang merupakan anggota Nuclear Science and Technology Research Institute ini dieksekusi pada 6 Agustus 2025.Menurut hakim, ilmuwan tersebut telah direkrut secara online oleh Mossad.Pengakuan Rouzbeh yang disiarkan di televisi pemerintah disebut menjadi satu-satunya dasar untuk vonis tersebut.Vahid menilai, pihak berwenang bertindak cepat setelah konflik 12 hari pada bulan Juni dan melaksanakan eksekusi tanpa memberitahu keluarga.Ia juga mempertanyakan pernyataan media pemerintah bahwa kerabatnya menerima tas hitam berisi uang tunai. 


(prf/ega)