Stunting Tinggi, 59 Anak di Kota Ambon Terima Makanan Tambahan Bergizi selama 6 Bulan

2026-01-12 03:30:12
Stunting Tinggi, 59 Anak di Kota Ambon Terima Makanan Tambahan Bergizi selama 6 Bulan
AMBON, - Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku, mencatatkan jumlah anak stunting tertinggi di kota ini. Total ada 59 anak yang mengalami stunting.Menyusul di peringkat kedua adalah Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, yang memiliki 31 anak stunting, dan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, dengan 25 anak stunting.Kepala Dinas Provinsi Maluku, dr Yan Aslian Noor, menjelaskan bahwa penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah ini adalah pola asuh orang tua dan sanitasi yang kurang memadai."Laha masuk daerah intervensi karena kurangnya kepedulian orang tua dalam 1.000 hari kehidupan pertama. Misalnya, anak harus terpenuhi status imunisasi dan orang tua harus menjaga makanan dengan gizi seimbang." Baca juga: Bukan Cuma Kolam Lele, Ketua RT di Duren Sawit Juga Bikin “Kolam Gizi” untuk Cegah Stunting"Bukan hanya ikan dan nasi, ada makanan lain yang harus dipenuhi. Banyak yang lalai karena berharap hanya makan ikan dan nasi," tegasnya saat meluncurkan program bersama Human Initiative dan PT Pelindo Cabang Ambon dalam program TJSL Stunting Care di balai Desa Laha, Rabu siang.Yan menambahkan bahwa banyak orang tua yang belum memahami kebutuhan gizi anak.Ia menemukan bahwa beberapa orang tua kurang memperhatikan komposisi asupan makanan anak."Selain ikan dan nasi, mereka juga butuh asupan protein untuk pertumbuhan dan mengganti sel yang rusak, juga lemak untuk metabolisme, serta serat dan vitamin," ujarnya.Menurutnya, angka 59 anak stunting di Kota Ambon merupakan jumlah yang mengkhawatirkan."Wilayah tersebut masih termasuk dalam kawasan Kota Ambon, dan lokasinya berada dekat pantai yang seharusnya menjadi sumber pangan," jelasnya.Baca juga: Gerakan Genting, Upaya Cegah Stunting di Timor Tengah SelatanIa juga mengingatkan pentingnya pola asuh yang benar."Kadang anak dibiarkan jajan, saat mau makan sudah kenyang. Ini yang keliru, akhirnya anak tidak mendapatkan gizi yang cukup," keluhnya di sela pemberian makanan bergizi bagi balita di Laha.Ira, seorang ibu berusia 33 tahun dan ibu dari empat anak asal Negeri Laha, mengungkapkan bahwa anaknya yang berusia 3 tahun 8 bulan termasuk dalam kategori stunting."Beta suami itu kalau pulang kerja selalu kasih uang untuk beli jajan. Kalau tidak kasih, anak ini menangis, jadi dia kasih terus," akunya.Ira mengaku sering memarahi suaminya karena kebiasaan memberi uang jajan kepada anaknya yang nomor tiga, sehingga anaknya lebih memilih jajanan dibandingkan makanan rumah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 03:01