Jakarta Pekerja Migran Indonesia (PMI) selalu membawa harapan di benaknya. Ingin memperbaiki nasib sampai mencari penghidupan yang lebih layak. Namun, tak semua perjalanan itu seusai mimpinya. Bagi sebagian dari mereka, negeri rantau justru menjadi petaka.Duka itu kembali tercatat oleh seorang warga asal Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu PMI yang pulang dengan kondisi cacat permanen. Namun, identitasnya masih dirahasiakan.Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato' Indera Hermono menceritakan penganiayaan yang dialami PMI asal Temanggung itu hingga cacat permanen. Dia menyebut, PMI itu berhasil diselamatkan pada Oktober 2025 lalu.Advertisement"Menurut pengakuannya dia disiram air panas sampai luka sehingga dokter harus menggunting bibirnya," kata Indera Hermono, Selasa .Dulu, dalam foto masa lalunya, korban tampak sehat dengan bibir utuh dan tubuh yang bugar. Kini, badannya kurus kering akibat kekejaman yang dialaminya."Ini saya kira suatu tindakan biadab yang dilakukan oleh seorang majikan di Malaysia terhadap pekerja asisten rumah tangga asal Indonesia," kata Indera Hermono.Indera Hermono menyebut, korban tidak pernah menerima gaji selama 21 tahun bekerja. Dia selalu disiksa dan tidak pernah terhubung dengan keluarga dan pihak luar."Korban tidak pernah menerima gaji selama bekerja, sejak tiba di Malaysia hingga diselamatkan pada 19 Oktober 2025," katanya.PMI asal Temanggung itu diduga menjadi korban eksploitasi atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sejak akhir tahun 2004.
(prf/ega)
Kisah Tragis Pekerja Migran di Malaysia, Tak Digaji Puluhan Tahun Disiksa Hingga Cacat
2026-01-12 07:37:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:38
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:06
| 2026-01-12 05:04










































