JOMBANG, - Gus Dur atau yang memiliki nama lengkap Abdurrahman Wahid, resmi menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden Prabowo Subianto pada Senin .Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut ditetapkan sebagai pahlawan nasional lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025.Baca juga: Gus Dur Pahlawan Nasional, Sinta Nuriyah: Pemikirannya Tak Akan Pernah LunturGus Dur ditetapkan sebagai pahlawan dengan perjuangan politik dan pendidikan Islam. Namanya dikenal sebagai tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.Gus Dur yang wafat di Jakarta, pada 30 Desember 2009, dikebumikan di kompleks makam Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.Pusaranya bersebelahan dengan makam pendiri Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari, berdekatan dengan makam KH. Abdul Wahid Hasyim, serta makam dzuriyah Pesantren Tebuireng.Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dengan penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional, maka saat ini terdapat 3 pahlawan nasional yang dimakamkan di Pesantren Tebuireng.Ketiga pahlawan nasional tersebut adalah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahid Hasyim, serta Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan kakek dari Gus Dur, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam penguatan pendidikan pesantren dan aktif melakukan perlawanan terhadap penjajah.Baca juga: Alasan Pigai Tetapkan Gus Dur dan Marsinah Jadi Nama Gedung-Ruangan di Kementerian HAM Adapun KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra dari Kiai Hasyim. Ayah Gus Dur tersebut ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan SK. Presiden RI No. 206 Agustus 1964.“Bahwasanya disini dimakamkan 3 generasi yang dianugerahi dengan gelar kepahlawanan. Ada Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahid Hasyim, dan Kiai Abdurrahman Wahid,” kata Gus Kikin, saat mendampingi Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid menziarahi makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Selasa .Menurut Gus Kikin, gelar kepahlawanan terhadap 3 tokoh dari 3 generasi di Pesantren Tebuireng, tidak akan bermakna apa-apa jika pemikiran dan perjuangan dari ketiga tokoh tersebut tidak diteruskan untuk membangun bangsa.Gus Kikin mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan memperjuangkan pemikiran pemikiran dari ketiga pahlawan nasional tersebut.“Marilah itu kita jadikan sebagai contoh bagi kita semuanya, terutama anak-anak muda. Kita berharap ini bisa menjadi motivasi bahwa Indonesia kalau kita mau betul-betul kompak, bersatu, semua guyub, Insyaallah masa depan Indonesia menjadi lebih baik,” ujar dia.Baca juga: Gus Dur Pahlawan Nasional, Yenny Wahid dan Sinta Nuriyah Sampaikan Terima KasihGus Kikin menambahkan, Pesantren Tebuireng tidak akan melakukan perubahan mendasar di kompleks makam Pesantren Tebuireng, meski saat ini terdapat 3 makam pahlawan nasional.Selain penambahan simbol keberadaan makam pahlawan nasional, jadwal kunjungan peziarah ke kompleks makam Pesantren Tebuireng akan diberlakukan sama seperti biasanya.
(prf/ega)
3 Pahlawan Nasional dari 3 Generasi di Pesantren Tebuireng
2026-01-11 04:02:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 02:30
| 2026-01-11 02:09
| 2026-01-11 02:05
| 2026-01-11 02:03










































