Siklon Tropis Giliran Ancam Bali–Nusa Tenggara, Perlu Diantisipasi sejak Dini

2026-01-11 23:16:33
Siklon Tropis Giliran Ancam Bali–Nusa Tenggara, Perlu Diantisipasi sejak Dini
- Ancaman siklon tropis pada wilayah Indonesia masih berlangsung.Selain siklon tropis Bakung yang berdampak pada wilayah Bengkulu dan Lampung, ada bibit siklon 93S yang mulai terbentuk sejak 11 Desember 2025 dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.Pada Minggu , sejumlah titik lokasi di perumahan penduduk dan pusat pariwisata di Bali terendam banjir.Baca juga: Apakah Dampak Bibit Siklon Tropis 91S Sama dengan Siklon Tropis Senyar? Ini Penjelasan BMKGPeneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyebut banjir di Bali yang terjadi kali ini disebabkan bibit siklon 93S."Bali mengalami hujan lebat. Garis angin kencang digambarkan di atas Laut Bali, dekat utara Bali," ujar Erma.Di Nusa Tenggara Timur, pemerintah setempat mengklaim telah berupaya melakukan mitigasi.Mereka juga meminta warga mulai mewaspadai bibit siklon 93S yang berpotensi tumbuh menjadi siklon tropis, sebagaimana diperingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)."Kewaspadaan ditingkatkan apalagi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru agar terlindungi dari ancaman bencana hidrometeorologi," kata Gubernur NTT, Melki Lakalena.Pada 2021, sekitar 18 kabupaten dan kota di NTT terkena siklon tropis Seroja yang meluluhlantakkan pemukiman dan memakan korban jiwa. Pada 1973, siklon tropis juga menghantam Flores, NTT.Dalam jumpa pers mengenai perkembangan siklon tropis ini, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, meminta masyarakat untuk waspada terhadap perkembangan bibit siklon tropis 93S yang saat ini masih terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara.Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon di Indonesia, Ini Daftar Wilayah TerdampakHasil analisis BMKG, siklon tropis 93S diprediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia dan masih berpeluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis, setidaknya dalam 24 hingga 72 jam kedepan.Kendati demikian, potensi bibit ini diprediksi ada antara 11-20 Desember 2025, bahkan bisa hingga Januari 2026."Dampak tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.Guswanto menyebut, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat."Angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara," jelasnya.Di area perumahan penduduk di Jalan Gunung Tangkuban Perahu dan Jalan Gunung Salak, Padangsambian, Denpasar Barat, air banjir masuk ke rumah dan tempat kos sejak tengah malam, Ahad lalu.Saita Purba (39) masih terlelap saat air memasuki kamar kos-kosannya dini hari. Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini terbangun setelah pemilik kos mengetuk pintunya berkali-kali.Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon di Indonesia, Ini Daftar Wilayah Terdampak"Aku kaget, tahu-tahu air sudah masuk kamar. Semua basah, tempat tidur, lemari, bahkan motor teman kosku terendam air hingga setengah badan motor," ujarnya.Menurut Saita, air baru surut setelah delapan jam atau sekitar jam 9 pagi.Dia tinggal di sebuah indekos di Jalan Gunung Tangkuban Perahu nyaris satu tahun terakhir. Ketika banjir besar melanda Bali pada September 2025, tempat tinggalnya itu aman dari banjir."Ada pembangunan jalan di depan, aku rasa mengganggu drainase, jadi karena itu kami kebanjiran," keluhnya.Indah Pamuji, warga di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar Barat, juga memantau banjir sudah menyentuh bangunannya dan hampir masuk ke kamar di lantai satu.Beruntung ia tinggal di lantai tiga, sehingga lebih aman."Tapi pagi-pagi pas turun, sudah surut," ujarnya.Di perumahan Marlboro Jalan Gunung Talang, air sempat menyentuh ketinggian sekitar 80 sentimeter.Roy, warga setempat, menyebut air masuk ke garasi rumahnya. Namun, karena rumahnya lebih tinggi dari jalanan, air tidak sempat masuk ke dalam rumah."Saya sudah siap-siap, mulai bawa barang-barang kecil dari lantai satu ke lantai dua, jaga-jaga," katanya.Menurut dia, banjir di pemukimannya dikarenakan tanggul sekitar yang jebol.Baca juga: 3 Faktor Penyebab Siklon Tropis Bermunculan di IndonesiaTanggul tersebut sempat jebol pada September 2025 dan sudah diperbaiki lewat urunan warga. Namun, tanggul kembali jebol."Saya khawatir ini bisa tambah parah dari September 2025. Pemerintah tidak ada yang turun memperbaiki," jelasnya.Berdasarkan pantauan, banjir juga terjadi di Jalan Dewi Sri, Legian, Badung. Beberapa titik terendam hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.Begitu pun di Jalan Sunset Road sempat terjadi genangan tinggi pada pagi hari. Intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu malam diduga menjadi penyebab banjir.Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Kantor Basarnas Bali I Wayan Juni Antara berkata timnya berjaga-jaga menghadapi banjir Bali."Posisi kami sekarang siaga," ujarnya singkat.Seorang warga negara asing (WNA) ditemukan meninggal dunia, pada 14 Desember lalu. Jenazahnya tersangkut di gorong-gorong, di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Badung.


(prf/ega)