Suwari, Pembuat Patung Macan di Kediri Kini Banjir Pesanan

2026-01-11 02:37:54
Suwari, Pembuat Patung Macan di Kediri Kini Banjir Pesanan
KEDIRI,  - Adanya pro dan kontra terkait fasad atau bentuk patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri Jawa Timur, ternyata membawa berkah tersendiri bagi sang pembuat patung.Suwari, warga setempat sekaligus pematung macan putih yang tengah viral itu kini banjir pujian dari masyarakat yang mengapresiasi karyanya karena memandangnya sebagai seni.Bahkan, lansia yang juga kerap dimintai tolong membuat patung di desanya itu nampaknya akan semakin sibuk ke depannya. Sebab, dia kini banjir orderan.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Balongjeruk, Safi'i, seusai bertemu langsung dengan Suwari."Dia sampai nyembah-nyembah saya sambil bilang terima kasih karena merasa berkat saya namanya kini jadi terkenal,” ujar Safi'i pada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Pembuat Patung Macan Viral di Kediri: Dibuat 18 Hari dan Dibayar Rp 2 Juta Selain terkenal, Safi'i menyebut, Suwari juga sudah mendapatkan pesanan sebanyak empat patung dari berbagai bentuk yang dipesan oleh para penggemarnya."Dia juga bilang, kalau sekarang banyak yang pesan patung kepadanya. Saat ini saja sudah ada empat pesanan,” kata Kades Balongjeruk.Ada pun latar belakang Suwari adalah seniman lokal yang berangkat dari seni ludruk. Pada grup ludruk keliling itu, dia mengambil peran sebagai penabuh gamelan.Kini, setelah tidak lagi aktif di kesenian ludruk, Suwari berkecimpung di seni rupa dengan banyaknya dimintai tolong pembuatan patung. Termasuk sebuah patung rajawali yang ada di desa sebelah.Baca juga: Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anakMeskipun kerap mendapatkan pekerjaan membuat patung, Suwari tidak mematok harga tinggi untuk jasanya.Patung macan putih yang tengah viral itu misalnya, Suwari hanya meminta biaya jasa pembuatan sebesar Rp 2 juta, yang dikerjakannya selama 18 hari.“Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” ujar Suwari dalam kesempatan sebelumnya.Sebelumnya diberitakan, patung macan di Desa Balongjeruk menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambaran anatomi tubuhnya dirasa melenceng jauh dari bentuk Macan yang selama ini dikenal sangat gagah dan garang itu.Adanya sorotan tersebut sempat membuat patung tersebut akan dirobohkan. Namun, urung dilakukan karena ternyata malah dirasa mampu membawa dampak positif bagi desa, yakni mulai dari melambungnya nama desa hingga naiknya ekonomi warga sekitar.Baca juga: Patung Macan di Kediri Tak Jadi Dibongkar, Angkat Nama Desa hingga Pedagang


(prf/ega)