Basarnas: Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera 583 Jiwa, Hilang 553 Orang

2026-01-12 06:07:52
Basarnas: Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera 583 Jiwa, Hilang 553 Orang
JAKARTA, - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafi'i membeberkan total korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 583 orang.Sementara itu, korban hilang yang masih dalam pencarian sebanyak 553 orang."Hari ini operasi SAR selalu atau terus dilaksanakan, dan untuk update data memang terakhir tadi jam 10.00 WIB, bahwa total jumlah korban yang telah terevakuasi meninggal dunia ada 583 orang, dan yang dilaporkan masih dalam pencarian ada 553 orang," ujar Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa .Syafi'i menyampaikan, Basarnas mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengevakuasi korban bencana.Baca juga: Basarnas Ungkap Tantangan Evakuasi Korban Bencana di SumateraBahkan, untuk mengirim logistik, Basarnas juga menggunakan seluruh sarana yang ada di kantor SAR berupa kapal-kapal, sarana laut, dan kekuatan udara."Badan SAR Nasional juga mengerahkan pesawat yang dari Tanjung Pinang, kemudian yang dari Jakarta atau dari Bogor, dan juga yang dari Surabaya kita rapatkan ke sana," ucapnya.Selanjutnya, Syafi'i membeberkan mereka turut mengerahkan anjing polisi K9 untuk membantu mencari keberadaan korban.Sebab, kata dia, berhubung bencana Sumatera ini banyak lumpur di lapangan, petugas SAR kesulitan dalam mencari keberadaan korban."Kita sudah menggunakan K9 untuk membantu. Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri. Kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah K9," jelas Syafi'i.Baca juga: Basarnas Ungkap Lumpur Tebal Jadi Kendala Cari Korban Hilang Banjir Sumatera"Yang hilang menjadi 553. Jadi, terkait dengan kemarin ada beberapa daerah yang terisolasi. Jadi bukan karena kita tidak masuk ke sana, tapi daerah yang terisolasi ini mereka tidak memiliki sarana perhubungan untuk menginformasikan, sehingga tim SAR gabungan belum masuk ke daerah itu. Sehingga ada penambahan jumlah korban yang akan kita cari," sambungnya.Sementara itu, terkait perbedaan data dengan BNPB mengenai jumlah korban tewas dan hilang, Syafi'i menekankan Basarnas menggunakan prosedur yang baku.Pasalnya, berdasarkan data BNPB, korban tewas bencana longsor dan banjir di Sumatera mencapai 631 orang."Kita tidak tahu bahwa terkait dengan laporan yang ada di BNPB, karena BNPB ini sebagai koordinator dari seluruh kekuatan. Bisa dari informasi dari pemerintah daerah, ada dari TNI, dari Polri. Namun yang dilakukan oleh Badan SAR Nasional sebenarnya akan dipertanggungjawabkan, karena itu hubungannya dengan santunan, dengan hak-haknya dari keluarga," imbuh Syafi'i.


(prf/ega)