JAKARTA, - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sulitnya membangun Pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). Pabrik petrokimia ini mulai dibangun 2016 tetapi baru beroperasi pada Oktober 2025.Hal itu diungkapkannya dihadapan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang berlokasi di Cilegon, Banten, Kamis ."Proyek ini sempat mangkrak selama 5-6 tahun. Saat kami jadi Kepala BKPM, setelah itu membuat Satgas Investasi. Jadi yang menyelesaikan masalah tanah ini, adalah kepolisian sama jaksa," ujar Bahlil.Baca juga: Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Lotte, Bahlil: Investasi Terbesar di Asia TenggaraIa menuturkan, mulanya di tengah kawasan pembangunan pabrik tersebut terdapat lahan seluas 2,3 hektar yang dimiliki pihak lain.Pembangunan pabrik pun memakan waktu untuk menyelesaikan persoalan tanah.Setelahnya, tantangan yang dihadapi adalah pandemi Covid-19. Alhasil, pembangunannya kembali tertunda karena pandemi yang melanda sepanjang 2020-2022 di Indonesia.Bahlil yang saat itu menjabat sebagai Menteri Investasi, mengaku sepanjang 2020-2021 telah ke Korea Selatan 10 kali untuk melobi-lobi investasi sektor petrokimia ini agar terus berjalan."Proyek ini waktu kita memulai, minta ampun sulitnya. Jadi di tengah-tengah kawasan ini ada tanah 2,3 hektar yang dimiliki oleh orang lain. Kemudian waktu itu kita selesaikan lewat Satgas Hilirisasi namun juga dikendala dengan Covid," kata dia.Baca juga: Menteri Rosan Ungkap Kendala Investasi Lotte Group yang Dilaporkan ke PrabowoKonstruksi pabrik ini pun akhirnya dimulai pada 2022.Pada 2024, progres pengerjaannya bahkan baru mencapai 60-65 persen, tapi upaya mempercepat proyek ini membuat pembangunannya segera rampung dan mulai beroperasi pada Oktober 2025.Menurutnya, percepatan tersebut tak lepas dari arahan Presiden Prabowo kepada dirinya yang kini sebagai Menteri ESDM, serta Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, agar seluruh proyek yang sudah jalan segera diselesaikan."Saya masih ingat Bapak (Prabowo) perintahkan kami di istana dengan Pak Rosan agar bagaimana seluruh proyek yang sudah jalan harus segera selesai, tidak boleh tunggu lama, dan hari ini adalah pertanggungjawab moralitas kami sebagai membantu Bapak Presiden untuk menyelesaikan proyek-proyek, yang sekarang sudah kita resmikan," papar Bahlil.
(prf/ega)
Bahlil Cerita Sulitnya Bangun Pabrik Lotte Chemical, Sempat Mangkrak 6 Tahun
2026-01-12 03:45:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:19
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 01:23










































