Dusun Terisolasi, Warga Manggarai Barat Gotong Ibu Hamil Sejauh 5 Km dan Seberangi Sungai

2026-01-11 03:21:12
Dusun Terisolasi, Warga Manggarai Barat Gotong Ibu Hamil Sejauh 5 Km dan Seberangi Sungai
LABUAN BAJO - Seorang ibu hamil di Kampung Wae Tulu, Kelurahan Tange, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, harus ditandu menggunakan bambu untuk menuju puskesmas, pada Kamis .Warga harus menggotong sejauh 5 kilometer dan menyeberangi sungai dengan arus yang deras. Warga menganggap dusun tersebut seakan terisolasi tanpa infrastruktur yang memadahi.Perjuangan menggotong ibu hamil itu diunggah oleh warga bernama Ahmad Wahyudin di Facebook-nya, pada Kamis sore.Dalam unggahan itu, tampak sejumlah warga menggotong ibu hamil dengan menyeberangi arus deras.Saat dikonfirmasi, Ahmad mengungkapkan peristiwa ibu hamil digotong melewati arus sungai itu terjadi pada Kamis sore.Baca juga: Sebulan Pascabanjir, Masih Ada Daerah Terisolasi di Aceh UtaraIa menceritakan, bahwa ibu hamil itu mengalami pendarahan saat bekerja di kebun.“Itu ibu hamil yang alami pendarahan saat kerja di kebun. Kami gotong dari kebun ke kampung. Dari kampung terus ke kampung tetangga yang ada akses jalan raya,” ungkap Ahmad saat dikonfirmasi Kamis sore.Ia mengatakan, warga gotong royong untuk menyelamatkan ibu tersebut. Mereka harus menggotong sejauh 5 kilometer untuk sampai ke jalan raya.Tidak hanya itu, mereka harus menghadapi tantangan ketika menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 120 meter.“Itu totalnya tadi kami gotong dia lima kilometer untuk sampai di jalan raya. Yang susahnya itu menyeberangi kali Wae Mese yang panjang bentangannya 120 meter. Kami bertaruh nyawa melawan arus sungai untuk menyelamatkan ibu hamil ini,” katanya.Baca juga: Ambil Sembako Tak Bisa Diwakilkan, Nenek Lumpuh di Makassar Digotong Warga Pakai BentorIa menyebut, di kampung Pandang, tetangga kampung Wae Tulu sudah standby ambulans.Sehingga pasien pendarahan tadi langsung diantar ke puskesmas, setelah melalui perjuangan turun gunung dan menyeberangi kali besar.Ahmad mengaku, peristiwa gotong orang sakit menggunakan bambu dan menyeberangi arus sungai bukan cerita baru bagi masyarakat dusun itu.Sebab, di sana memang tidak ada akses keluar masuk ke dusun tersebut. Dusun itu, lanjut dia, mungkin salah satu wilayah yang terisolasi di Manggarai Barat.“Ke sini tidak ada jalan. Apalagi jembatan. Kami di sini terisolasi betul. Sebenarnya kami tidak layak masuk di kelurahan, karena dari segi infrastruktur dasar, di sini belum ada sama sekali. Kalau wilayah kelurahan kan sebenarnya akses jalan dan jembatan sudah aman. Ini kan tidak,” ungkap dia.


(prf/ega)