Danantara: TOBA Sudah Declaire Tak Ikut Proyek Sampah Jadi Listrik

2026-01-11 14:46:03
Danantara: TOBA Sudah Declaire Tak Ikut Proyek Sampah Jadi Listrik
JAKARTA, - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut pihak PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) atau TOBA telah menyatakan diri tidak akan mengikuti proyek waste to energy (WTE).TOBA diketahui merupakan salah satu perusahaan milik Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.Sementara itu, WTE merupakan proyek yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.Baca juga: 24 Perusahaan Asing Lolos DPT Lelang Proyek Sampah Jadi Listrik“Minggu lalu kalau saya enggak salah, teman-teman TOBA sudah declare tidak bakal ikutan untuk proyek yang menyangkut WTE Danantara,” kata Pandu saat ditemui di Kompleks Kantor Danantara, Jakarta, Senin .Pandu enggan menanggapi lebih lanjut terkait keputusan TOBA tidak mengikuti proyek energi baru dan terbarukan tersebut.Ia menyarankan persoalan keputusan tidak terlibat dalam proyek WTE ditanyakan langsung pada pihak TOBA. “Ya kamu tanya TOBA lah,” ujar Pandu.Adapun BPI Danantara telah mengumumkan 24 perusahaan yang dinyatakan lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) dalam proyek waste to energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).Pandu menyebut, seluruh perusahaan itu berasal dari luar negeri dan merupakan hasil dari tender yang diikuti 200 peserta.Sebanyak 100 peserta lelang di antaranya berasal dari dalam negeri, sementara 100 lainnya dari luar negeri.Mereka berlomba untuk menggarap proyek WTE atau PSEL di 7 daerah yang dibuka pemerintah pada batch I.“Ada 200 yang apply pertama, sekarang kita udah 24 yang sudah lolos hampir tahap terakhir ini,” kata Pandu.Sebelumnya, pihak TOBA secara resmi menyatakan tidak akan terlibat dalam proyek WTE karena fokus memperluas jangkauan bisnis ke pasar internasional.SVP Corporate Finance and Investor Relations PT TBS Energi Utama Tbk, Mirza Rinaldy Hippy, mengatakan perusahaannya dinilai berhasil dan semakin membesar dengan mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) serta terakhir Cora Environment pada 2025.“Bisnis pengolahan limbah di Asia Tenggara memiliki potensi menarik, sehingga keikutsertaan dalam proyek WTE Danantara tidak menjadi prioritas bagi TBS. Saat ini kami menjajaki peluang investasi dan akuisisi bisnis hijau di pasar regional seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand,” kata Mirza dalam keterangannya, Selasa .Baca juga: Tak Ikut Proyek Waste-to-Energy Danantara, TOBA Fokus Ekspansi ke Pasar Internasional


(prf/ega)