Wancoy dan Gemaaw sepakat pentingnya kejujuran dalam berkonten saat sharing session Kompasianival 2025 yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta, Sabtu .Dikenal spontan dengan gaya humor dan obrolan tongkrongan, Wancoy yang juga adalah anggota Grind Boys, grup podcast bersama Gofar Hilman dan Rico Lubis, menegaskan bahwa kunci agar konten tetap disukai orang adalah tampil apa adanya."Kalo gue apa adanya. Supaya konten gue relate, ya gue tetep jadi diri gue sendiri," ujarnya.Ia menambahkan bahwa konsistensi justru lahir dari kejujuran dan karakter yang tidak dilebih-lebihkan."Gue berusaha mempertahankan originalitas. Jadi orang yang ngobrol sama gue di luar dan yang nonton konten gue rasanya sama, nggak ada bedanya," katanya.Meski tak menolak mengikuti tren, Wancoy mengaku lebih nyaman menciptakan gaya sendiri."Gue sedikit ikut tren, tapi kalau bisa, gue yang bikin tren. Semua konten gue jujur, nggak ada rekayasa," tegasnya.Berbeda dengan gaya humor Wancoy, Gemaaw datang dengan refleksi mendalam setelah 10 tahun berkarya. Ia melihat perubahan besar pada tren dan motivasi kreator.KOMPASIANA Gemaaw berbicara tentang pentingnya konten yang jujur di Kompasianival 2025"Sekarang banyak orang berbondong-bondong jadi content creator untuk mendapatkan atensi. Atensi sekarang itu komoditas, ada harganya," katanya.Menurutnya, banyak kreator terjebak dalam mengejar angka views dan engagement hingga melupakan esensi utama dari konten itu sendiri.Ia juga menyoroti content creator sekarang banyak yang hanya fokus pada kemasan konten dan melupakan peran penting isi dari sebuah konten itu sendiri."Konten seperti itu nggak salah, tapi itu baru di bungkusnya. Jarang kreator ngomongin isi, apa ide yang mau kita bagi?" ujarnya.Gemaaw mengakui bahwa pada awalnya, ia dan tim pun terjebak dalam pola mengejar algoritma dan engagement."Views kadang naik, besoknya drop. Itu bikin kita stres," ungkapnya.Hingga akhirnya mereka menemukan satu formula sederhana namun berat untuk dilakukan yaitu adalah kejujuran. Menurutnya, konten yang terlalu fokus pada kemasan dan tidak jujur dalam berkonten akan kehilangan "jiwanya"."Kejujuran itu kemampuan menyampaikan kebenaran, mengakui kesalahan, bisa dipercaya. Banyak orang mengaku jujur, tapi nggak semua berani jujur pada dirinya sendiri," katanya.Kompasianival sendiri merupakan tempat bagi para content creator, mulai dari blogger, komunitas, hingga pegiat media sosial untuk bertemu, berdiskusi, dan bertukar wawasan.Festival tahunan Kompasiana ini ingin menunjukkan bahwa dunia konten bukan hanya soal algoritma, virality, atau sekadar mengejar angka, tetapi juga tentang manusia, kata, ide, dan empati.Melalui tema tahun ini, "Cerdas Digital, Mandiri Finansial", Kompasianival 2025 mengajak kreator untuk lebih peka terhadap nilai, dampak, dan tanggung jawab dalam setiap karya yang dipublikasikan. (JHA)
(prf/ega)
Jujur, Wancoy dan Gemaaw Kasih "Ilmu" Berkonten di Kompasianival 2025
2026-01-11 22:03:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:36
| 2026-01-11 21:22
| 2026-01-11 21:04
| 2026-01-11 20:54
| 2026-01-11 20:07










































