PALANGKA RAYA, - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah antisipatif terhadap migrasi penduduk dari wilayah perdesaan ke perkotaan.Tanpa keterampilan yang memadai, migrasi ini dikhawatirkan akan meningkatkan angka kemiskinan di kota-kota.Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyoroti fenomena perubahan pola kemiskinan di daerah tersebut.Dia mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di perkotaan kini lebih tinggi dibandingkan di perdesaan.Baca juga: 1.000 KPM Pemalang Resmi Lulus Graduasi, Bupati Anom: Energi Positif untuk Turunkan Kemiskinan“Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kota menurun, tetapi justru meningkat di desa,” ujarnya saat membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kalteng, Palangka Raya, pada Kamis .Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam struktur ketenagakerjaan dan distribusi lapangan kerja antara wilayah perkotaan dan perdesaan.Kondisi ini, menurut Edy, menuntut penguatan penciptaan lapangan kerja di pedesaan untuk mengurangi migrasi penduduk ke kota.Baca juga: Penerima PKH di Sumenep Naik, padahal Angka Kemiskinan Turun“Karena perpindahan penduduk dari desa ke kota tanpa keterampilan memadai dapat menambah pengangguran dan memperburuk kemiskinan perkotaan,” tegasnya.Edy juga menekankan perlunya pembaruan data makro dan sektoral agar kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap dinamika di lapangan.Selain itu, dia mengingatkan pentingnya melanjutkan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Kalteng Tahun 2025–2029 sebagai pedoman lintas sektor.Dia menambahkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus sejalan dengan komitmen nasional dan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs).“Tujuan utamanya adalah untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya, yang tidak hanya terkait keterbatasan finansial, tetapi juga akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kualitas hidup secara umum,” tuturnya.Baca juga: Ingin Bereskan Kemiskinan lewat Pendidikan, Pemprov Kalteng Maksimalkan 1 Rumah 1 SarjanaKOMPAS.COM/AKHMAD DHANI Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng Farid Wajdi saat diwawancarai awak media usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Kalteng, Palangka Raya, Rabu .Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Farid Wajdi, dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja menjadi target pihaknya dalam lima tahun ke depan.“Kompetensi tenaga kerja lokal harus ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri yang ada di Kalteng. Hal itu merupakan bagian dari program Gubernur Kalteng untuk meningkatkan akses lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya penduduk usia produktif,” jelasnya.Provinsi Kalteng memiliki tiga sektor industri unggulan, yaitu perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan kehutanan, yang membutuhkan tenaga kerja terampil.Farid menekankan pentingnya memaksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.Baca juga: Pemkab Bogor Berhasil Tekan Angka Kemiskinan ke 6,25 Persen pada 2025“Jadi dalam meningkatkan akses lapangan kerja ini, Pak Gubernur meminta agar kuantitas dan kualitas pelatihan di BLK, dengan harapan kebutuhan tenaga kerja kompeten akan bisa kita penuhi,” katanya.Farid juga menyebutkan bahwa tahun ini, tingkat pengangguran terbuka di Kalteng sudah berada di bawah rata-rata nasional.“Namun, masih ada beberapa bidang pekerjaan yang belum bisa dimasuki oleh angkatan kerja di Kalteng karena kompetensinya terbatas,” pungkasnya.
(prf/ega)
Upaya Kalteng Tekan Migrasi yang Bisa Ciptakan Kemiskinan di Perkotaan...
2026-01-11 03:47:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:14
| 2026-01-11 03:03
| 2026-01-11 02:35
| 2026-01-11 01:48
| 2026-01-11 01:26










































