Kaleidoskop BBM Indonesia 2025: Harga Naik, BLT, SPBU Swasta Kosong, dan Terobosan Alternatif

2026-01-10 10:11:16
Kaleidoskop BBM Indonesia 2025: Harga Naik, BLT, SPBU Swasta Kosong, dan Terobosan Alternatif
- Sepanjang 2025, Indonesia menghadapi beragam isu penting seputar bahan bakar minyak (BBM).Mulai dari kenaikan harga, kelangkaan pasokan, praktik kecurangan di SPBU, hingga pengembangan bahan bakar alternatif berbasis energi terbarukan, telah menarik perhatian publik.BBM bagaimanapun masih menjadi kebutuhan vital masyarakat Indonesia, terutama untuk sektor transportasi dan industri.Karena itu, setiap kebijakan, gangguan distribusi, maupun inovasi di sektor ini selalu berdampak luas.Lantas, apa saja peristiwa seputar BBM yang terjadi di Indonesia pada tahun 2025?Baca juga: BBM Shell Super Sudah Tersedia Lagi, Ini Harga Per Liternya SekarangDilansir dari berbagai sumber, berikut adalah rangkuman sederet peristiwa penting terkait BBM yang mewarnai Indonesia sepanjang 2025:.Mulai 1 Januari 2025, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, tetap dipertahankan.Dikutip dari Kompas.com, Rabu , kenaikan harga ini mengikuti Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang menjadi acuan formula harga dasar BBM yang dijual melalui SPBU di seluruh Indonesia.Pertamina memastikan penyesuaian dilakukan secara rutin sesuai tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.Selain Pertamina, harga BBM di SPBU Shell, BP AKR, dan Vivo juga mengalami kenaikan per awal Januari 2025. Kenaikan berkisar antara Rp 190 hingga Rp 640 per liter, tergantung jenis dan perusahaan penyedia.Baca juga: Harga BBM Pertamina per 1 Desember 2025 Alami Perubahan, Kecuali 3 Provinsi Terdampak Bencana Banjir BandangSelama tiga hari pada Mei 2025, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo sulit ditemukan di sejumlah SPBU di Balikpapan, Kalimantan Timur.Warga terpaksa mengantre hingga ratusan meter, bahkan ada yang harus mencari bensin eceran karena kendaraannya kehabisan bahan bakar.Dilansir dari Kompas.com, Rabu , Pihak Pertamina, melalui Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Patra Niaga Regional Kalimantan, menjelaskan kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi dan lonjakan permintaan BBM Pertamax beberapa hari terakhir.Rata-rata konsumsi BBM di Balikpapan dan sekitarnya disebut mencapai 370 kiloliter per hari, melebihi kapasitas pasokan normal.Kota Balikpapan padahal selama ini dikenal memiliki julukan sebagai Kota Minyak. Julukan tersebut disematkan terkait dengan sejarah dan potensi sumber daya alam kota tersebut.Baca juga: Daftar Harga BBM 1 Desember 2025: Pertamax hingga Dexlite NaikPada Rabu , Kemendag bersama Bareskrim Polri menyegel SPBU 34.167.12 di Sentul, Bogor, setelah ditemukan pengelola memasang alat tambahan untuk mengurangi takaran Pertalite dan Pertamax.Dalam kasus ini, sebagaimana dilansir Kompas.com, pengawas SPBU, Husni Zainun Arun, telah ditetapkan sebagai tersangka.Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, alat tambahan berupa kabel data yang terhubung ke panel listrik dan mini smart switch bisa dikendalikan lewat telepon genggam. Alat ini secara otomatis memengaruhi takaran bensin yang diterima konsumen.Setiap 20 liter bensin diperkirakan dikurangi 750 ml, atau sekitar 4 persen sehingga konsumen dirugikan. Pengelola SPBU dapat meraup keuntungan hingga Rp 3,4 miliar per tahun dari praktik ini.Saat sidak bersama Bareskrim, Pertamina, dan Forkopimda Bogor, ditemukan empat dispenser SPBU telah dimodifikasi dan langsung disegel agar tidak dioperasikan.Pemeriksaan menunjukkan alat tambahan kemungkinan telah terpasang sejak awal, bukan hanya dua bulan terakhir seperti yang diklaim tersangka.Atas perbuatannya, pengawas SPBU dapat dijerat Pasal 62 ayat 1 huruf A UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara atau denda Rp 2 miliar, serta Pasal 27 ayat 1 UU Metrologi Legal dengan ancaman satu tahun penjara atau denda Rp 1 juta.Baca juga: Benarkah Isi BBM Lebih Untung di Malam Hari Dibanding Siang Hari? Ini Kata Pertamina dan PakarPada Selasa , sebanyak 12 kendaraan dilaporkan mogok setelah mengisi Pertalite yang diduga tercampur air di SPBU Trucuk, Kecamatan Klaten, Jawa Tengah. Dari jumlah itu, 8 kendaraan adalah sepeda motor dan 4 mobil.Dilansir dari Kompas.com, Rabu , sebagai langkah antisipasi, SPBU Trucuk ditutup sementara untuk sterilisasi dan pemeriksaan stok BBM. Mesin pengisian Pertalite dipasangi garis polisi untuk mencegah konsumsi BBM yang tercemar.


(prf/ega)