Isu Bawang Merah Ilegal Bikin Petani di Pati Cemas

2026-01-11 14:59:33
Isu Bawang Merah Ilegal Bikin Petani di Pati Cemas
PATI, - Isu masuknya bawang merah impor ilegal ke Indonesia semakin meresahkan petani bawang merah, terutama menjelang masa panen.Kabar beredarnya bawang impor murah di pasaran memperparah ketidakstabilan harga bawang merah yang saat ini belum menunjukkan kepastian.Hal ini dikhawatirkan akan menekan harga bawang lokal yang dihasilkan oleh para petani.Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Pati, Kasnawi, mengungkapkan bahwa kondisi harga bawang merah saat ini sangat tidak menentu.Baca juga: Cuaca Ekstrem, Harga Bawang Merah Melonjak di Pasuruan. Pedagang Tidak Berani Stok BanyakKetidakstabilan harga tersebut membuat petani dan pelaku usaha bawang merah kebingungan, karena sulit memprediksi keuntungan di tengah tingginya biaya produksi.“Sekarang ini kan mau panen. Tapi ada isu-isu impor yang sangat meresahkan petani. Kami khawatir bawang impor ilegal beredar di pasaran dan berdampak langsung pada harga bawang lokal,” ujar Kasnawi, yang juga merupakan petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.Kasnawi menambahkan bahwa pihaknya bersama Asosiasi Bawang Merah dari Nganjuk dan Probolinggo sempat bekerja sama untuk mengantisipasi masuknya bawang impor ilegal yang diduga tidak sesuai dengan regulasi.Ia menyebutkan bahwa bawang impor tersebut dikhawatirkan akan masuk ke pasar tradisional dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan bawang lokal.“Yang beredar itu informasinya bawang minipikal, bawang bombai kecil. Padahal aturan dari pemerintah jelas, ukuran minimal 5 sentimeter ke atas. Kalau ini disalahgunakan dan ukurannya di bawah ketentuan, itu jelas mengganggu harga bawang petani,” tegasnya.Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah di Samarinda Melonjak Jelang Natal dan Tahun BaruKasnawi juga mengungkapkan adanya isu bawang ilegal yang disebut-sebut berasal dari Thailand.Meskipun kebenarannya belum dapat dipastikan, kabar tersebut sudah cukup membuat petani khawatir.“Mudah-mudahan isu itu salah. Tapi kalau benar ada bawang ilegal masuk, itu sangat merugikan petani. Harganya bisa jauh di bawah biaya produksi petani kita,” tambahnya.Menanggapi keluhan petani terkait turunnya harga menjelang panen, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Bhakti Juniar Isrony, menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mencarikan peluang distribusi pasar yang lebih luas.Baca juga: Harga Bawang Merah di Pati Anjlok Jelang Panen Raya, Petani ResahIa berencana untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan pihak terkait lainnya guna mencari solusi atas persoalan ini.Terkait isu impor ilegal bawang merah, Isrony mengaku masih melakukan penelusuran dan pendalaman.Hingga saat ini, kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.“Masih kita pelajari lebih lanjut dan akan kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian. Jadi belum bisa memastikan,” pungkasnya.


(prf/ega)