5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti Perusahaan Sawit, Walhi Minta Investigasi

2026-01-12 07:17:56
5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti Perusahaan Sawit, Walhi Minta Investigasi
BENGKULU, – Lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, ditembak oleh oknum keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) pada Senin .Direktur Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangani kasus ini.“Senin, 24 November 2025. Hari ini lima orang Petani Pino Raya, Bengkulu Selatan ditembak oleh pihak keamanan Perusahaan Sawit PT Agro Bengkulu Selatan. Akibat penembakan tersebut lima orang Petani mengalami luka berat," tulis Dodi dalam rilis yang diterima Kompas.com, SeninBaca juga: Konflik Agraria Perkebunan Sawit, 5 Petani di Bengkulu Ditembak Kemanan Perusahaan"Sebelum kejadian ini para petani berulang kali mengalami teror berupa perusakan pondok dan tanaman pertanian warga. Bahkan masyarakat berulangkali mengalami kriminalisasi,” imbuhnya.Ia menyebut penembakan ini tidak bisa dilepaskan dari konflik agraria yang berlangsung sejak terbitnya SK Bupati Bengkulu Selatan Nomor 503/425 Tahun 2012 yang memberikan izin lokasi perkebunan seluas 2.950 hektare kepada PT ABS.Berdasarkan keterangan masyarakat, keributan terjadi saat petani kembali mendapati bulldozer perusahaan merusak tanaman mereka. Sekitar pukul 12.45 WIB, satu anggota keamanan perusahaan diduga menembak seorang petani bernama Buyung di bagian dada.Baca juga: Kronologi Penembakan Petani Pino Raya oleh Keamanan Perusahaan SawitTembakan berikutnya mengenai empat petani lainnya, yakni Linsurman di bagian dengkul, Edi Hermanto di bagian paha, Santo di bagian rusuk bawah ketiak dan Suhardin di bagian betis.Warga kemudian menangkap pelaku penembakan yang diduga bernama Ricky, sementara korban dilarikan ke rumah sakit.Walhi Bengkulu meminta lima langkah penanganan, mulai dari pengusutan kepemilikan senjata api, perlindungan terhadap korban dan keluarga, hingga penyelesaian konflik agraria serta pencabutan izin PT ABS.Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com belum berhasil meminta tanggapan dari pihak manajemen PT ABS.


(prf/ega)