Soal Tarif Transjakarta, Pramono: Bisa Naik, Bisa juga Tidak

2026-01-11 22:10:29
Soal Tarif Transjakarta, Pramono: Bisa Naik, Bisa juga Tidak
JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memastikan rencana penyesuaian tarif layanan TransJakarta.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan terkait kenaikan tarif Transjakarta masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan final.“Soal tarif TransJakarta pada waktu itu sedang dikaji. Dalam pengkajian itu, apakah nanti diputuskan naik atau tidak, saya akan memutuskan pada saat yang tepat, naik atau tidak,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu .Baca juga: Harga Asli Tarif Transjakarta Pernah Capai Rp 21.500 pada 2022Kemungkinan kenaikan tarif Transjakarta masih terbuka, tetapi tidak menutup kemungkinan tarif tetap seperti sekarang.“Kan, enggak harus naik. Naik atau tidak, Saya akan putuskan pada saat yang tepat,” ungkap Pramono.Sebelumnya, Pramono sempat menyebut kenaikan tarif Transjakarta sedang dikaji mengingat moda transportasi andalan warga Jakarta itu belum pernah naik sejak 2005.Kenaikan tarif ini juga semakin diperkuat setelah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk DKI Jakarta dipangkas sebesar Rp15 triliun.“Mengenai kenaikan, itu kan saya sampaikan sebelum DBH-nya dipotong. Nah, sekarang ini kami belum memutuskan apa pun, akan melakukan kajian,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat .Baca juga: Subsidi Transportasi DKI Turun, DPRD Pastikan Tarif TransJakarta Belum NaikMenurut Pramono, tarif transportasi umum di Jakarta saat ini tergolong paling murah dibandingkan daerah lain. Ia mencontohkan, warga Jakarta hanya membayar Rp3.500 untuk naik Transjakarta padahal biaya sebenarnya jauh lebih besar.“Tetapi perlu diketahui, tarif di Jakarta ini hampir semua angkutan dibandingkan dengan kota-kota di tetangga, kita jauh lebih murah.Walaupun saya belum memutuskan ya, nanti akan kami sampaikan,” ungkap Pramono.Subsidi transportasi yang mencapai sekitar Rp15.000 per penumpang membuat emerintah daerah meninjau kembali besarnya subsidi agar sesuai dengan kemampuan keuangan setelah DBH dipangkas.“Apakah subsidi transportasi, karena subsidi transportasi kita itu per orang bisa hampir Rp 15.000, sedangkan dengan berbagai hal kami akan kaji kembali termasuk hal-hal lain,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Pramono Disebut Belum Ajukan Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta ke DPRD


(prf/ega)