BGN Minta Kemenag Segera Koordinasi Pesantren agar Santri Terima MBG

2026-01-12 03:21:52
BGN Minta Kemenag Segera Koordinasi Pesantren agar Santri Terima MBG
JAKARTA, - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta Kementerian Agama (Kemenag) segera mengoordinasi pesantren-pesantren di berbagai pelosok Tanah Air agar menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Sebab, saat ini persentase pesantren maupun santri penerima MBG masih sangat kecil," kata Nanik saat menerima kunjungan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i, di Kantor BGN, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis .Nanik menyampaikan, dari sekitar total 11 juta santri, baru dua persen yang menerima program MBG."Dari sekitar 11 juta orang santri dan 1 juta orang pengajar pesantren, baru dua persen saja yang sudah menjadi penerima manfaat MBG,” ujarnya.Baca juga: Wakil Kepala BGN: Dari 11 Juta Santri, Baru 2 Persen Terima MBGKemudian, dia mengungkapkan, BGN mendapat masukan beberapa anggota dewan terkait banyaknya pesantren yang belum mengelola dapur MBG saat Rapat Dengar Pendapat BGN dengan Komisi IX pekan lalu."Banyak pesantren-pesantren besar dengan santri di atas 4.000 ternyata belum punya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” katanya.Apalagi, Nanik menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pesantren adalah salah satu sasaran utama program MBG."Pak Prabowo sangat perhatian kepada pesantren, jadi jangan sampai pesantren-pesantren malah tidak jadi penerima manfaat MBG," ujarnya.Oleh karena itu, Nanik meminta Wamenag Syafi'i segera mendata dan mengoordinasi pesantren-pesantren, termasuk pesantren di wilayah terpencil.Baca juga: BGN Sebut Akan Ada Perpres yang Larang Pabrik Besar Jadi Suplier MBGSebab, pemerintah telah memerintahkan bank-bank Himbara untuk membantu pembangunan dapur MBG untuk pesantren di wilayah terpencil."Kalau untuk daerah terpencil, 100-200 penerima manfaat pun akan dilayani," kata Nanik.Menanggapi permintaan Nanik, Wamenag Syafi’i berjanji akan mengumpulkan pesantren-pesantren dari daerah ke daerah agar bisa segera menjadi penerima MBG dan memiliki dapur umum jika memang mampu."Imbauan Bu Waka akan segera saya tindaklanjuti. Saya akan undang pesantren-pesantren agar mendapat arahan BGN, sehingga mereka bisa segera menjadi penerima manfaat MBG," ujar Syafi’i.Baca juga: Prabowo Minta Lauk MBG Diganti Daging Sapi hingga Telur Puyuh Jelang NataruSebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana Rp 1,2 triliun per hari untuk menjalankan program MBG pada 2026.Dadan menyampaikan, BGN mendapatkan pagu anggaran senilai Rp 268 triliun dengan dana cadangan Rp 67 triliun pada tahun depan."Badan Gizi Nasional akan mengelola anggaran Rp 335 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia sehingga tahun depan InsyaAllah Badan Gizi Nasional akan menggelontorkan uang Rp 1,2 triliun per hari," kata Dadan dalam konferensi pers virtual SDGs, di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat pada 19 November 2025.Dadan menegaskan, anggaran tersebut akan langsung tersalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah untuk memenuhi asupan MBG bagi anak-anak.Untuk di wilayah Jawa, Dadan mengatakan, masing-masing SPPG akan mengelola uang Rp 900 juta. Sementara dana MBG di Papua akan jauh lebih besar."Jadi satu SPPG di Jawa itu mengelola uang Rp 900 juta per bulan. Kalau di Papua barangkali Rp 4 miliar per bulan," ujarnya.Baca juga: Wamenag Janji Tak Ada Santri yang Tertinggal Terima MBG


(prf/ega)