SURABAYA, - Ribuan jemaat memenuhi ruang doa Gereja Bethany Nginden Surabaya, Jawa Timur, pada ibadah malam Natal, Kamis .Sejak pukul 17.00 WIB, Jalan Nginden Intan Timur, Surabaya, sudah dipenuhi mobil dan motor para jemaat yang berangkat ibadah di Gereja Bethany Nginden.Mereka tampak anggun dengan balutan gaun, kemeja berwarna merah, hijau, putih dan lainnya. Sementara jemaat pria terlihat rapi dan gagah dengan kemeja berbalut jas hitam.Di tangan para jemaat sudah tergenggam satu lilin untuk prosesi doa. Mereka duduk di kursi-kursi yang dijejer melingkar mengitari ruang doa di tiga lantai.Baca juga: Natal Penuh Kebersamaan, Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Gereja SurabayaRasa penuh suka cita terpancar di setiap wajah jemaat. Mereka berkumpul bersama dengan keluarga, saudara, dan teman di momen Natal 2025.“Puji Tuhan hari ini suasananya kondusif, terkendali, aman, baik dan Natal kali ini berbicara tentang iman, pengharapan, dan kasih,” kata Pendeta Gereja Bethany Nginden, Edwin Montolalu kepada Kompas.com, Kamis .Edwin mengatakan, malam ini ibadah Natal hanya digelar satu sesi, yakni pukul 18.30 WIB dan dihadiri oleh 30.000 jemaat dari lima cabang Gereja Bethany.Baca juga: Natal 2025, Uskup Agung Semarang Ingatkan Bencana Sumatera Butuh Aksi Nyata agar Tak Terjadi LagiSebagaimana diketahui, Gereja Bethany Nginden Surabaya merupakan salah satu gereja terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung lebih dari 35.000 jemaat.“Jadi gereja di bagian Barat, Timur, Selatan dan pusat Surabaya itu digabung di sini. Hari ini diperkirakan sekitar 30.000 jemaat, kami sudah mempersiapkan semua,” tuturnya.Edwin bersyukur sore ini cuaca di Surabaya tidak buruk. Langit cerah dengan hawa yang sejuk dirasakan sejak sore hari, meski sempat diguyur hujan.Dari tema iman, pengharapan dan kasih, banyak doa-doa yang dipanjatkan jemaat Gereja Bethany Nginden Surabaya di momen Natal tahun ini.“Sudah banyak yang memprediksi bahwa ke depan kondisinya tidak baik. Ada macam-macam (masalah) ekonomi, bencana alam, badai dan sebagainya,” ucap Edwin.Edwin berharap jemaat tidak perlu takut untuk menghadapi setiap perjalanan hidup.“Kami ingin mengingatkan jemaat bahwa kedatangan Tuhan ke dunia untuk menjadi terang sehingga kita anak-anak Tuhan harus tetap terang, tidak takut menjalani hidup ke depan,“ ungkapnya.Edwin menyadari di tengah-tengah perayaan Natal, sebagian saudara di Indonesia masih dalam suasana duka karena bencana yang melanda belakangan ini.Terutama, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera telah merenggut ribuan nyawa dan ratusan orang masih hilang.“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia terus bersatu dalam keadaan seperti ini. Ayo kita sepakat sama-sama doa mendoakan pemimpin bangsa dan rakyat ini supaya ada keadilan sosial, kemakmuran dan sejahtera bisa tercapai,” pintanya.Ia menambahkan, saat bencana melanda Sumatera, Sinode Bethany telah membantu warga terdampak pada 15-16 Desember 2025.“Kita mengajak semua stakeholder gereja untuk membantu masyarakat yang kesusahan. Kita tidak perlu melihat ras, suku, agama, apapun itu. Kita Indonesia harus saling membantu,” pungkasnya.
(prf/ega)
Doa untuk Korban Bencana dari 30.000 Jemaat Gereja Bethany Surabaya
2026-01-11 14:58:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:36
| 2026-01-11 14:46
| 2026-01-11 14:12
| 2026-01-11 14:10
| 2026-01-11 13:06










































