Kontroversi Kebakaran Apartemen Hong Kong, Kontraktor Diduga Pakai Jaring Tak Aman

2026-01-11 22:50:52
Kontroversi Kebakaran Apartemen Hong Kong, Kontraktor Diduga Pakai Jaring Tak Aman
HONG KONG, — Otoritas Hong Kong menyatakan pada Senin bahwa kontraktor di kompleks apartemen Wang Fuk Court, lokasi kebakaran besar yang menewaskan lebih dari 150 orang, telah menggunakan jaring perancah yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.Temuan tersebut memicu kemarahan publik karena material berbahaya itu tidak hanya dipasang, tetapi juga diduga sengaja disamarkan agar lolos pemeriksaan.Seiring meningkatnya angka korban tewas, upaya pencarian dan identifikasi terus dilakukan, sementara lebih dari 40 orang masih dinyatakan hilang. Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu tiga minggu.Baca juga: Hong Kong 3 Hari Berkabung, Kenang 128 Korban Tewas Kebakaran ApartemenAFP/PETER PARKS Sebuah apartemen masih terbakar saat kebakaran besar melanda beberapa blok apartemen di perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, pada 27 November 2025. Korban tewas akibat kebakaran gedung tinggi di Hong Kong telah meningkat menjadi setidaknya 44 orang, kata para pejabat pada 27 November saat api masih membara dan polisi mengatakan tiga tersangka telah ditangkap. Perancah (scaffolding) bambu diduga sebabkan api cepat meluas pada kebakaran apartemen Hong Kong tersebut.Komisi Independen Anti-Korupsi Hong Kong (ICAC) mengungkap bahwa jaring perancah berkualitas rendah dipasang setelah topan musim panas merusak struktur proyek.Untuk menyamarkan pelanggaran, jaring yang memenuhi standar justru dipasang di bagian bawah bangunan—area tempat sampel biasanya diambil untuk pengujian.“Setelah topan merusak perancah Wang Fuk Court pada Juli, individu yang tidak kami sebutkan namanya membeli 2.300 gulungan jaring seharga 54 dollar Hong Kong (Rp 115.097) per gulung, material yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran,” ujar Danny Woo Ying-ming, Komisaris ICAC.Ia menambahkan bahwa setelah terjadi kebakaran serupa di Distrik Central pada Oktober, para pelaku membeli 115 gulungan jaring yang sesuai standar seharga 100 dollar Hong Kong (Rp 213.143) per gulung dan memasangnya di dasar bangunan untuk menyamarkan bahan inferior di bagian atas.Pemerintah Hong Kong awalnya menyatakan bahwa jaring pelindung di Wang Fuk Court sesuai dengan standar keselamatan berdasarkan pengujian awal.Namun, Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengakui bahwa sampel tersebut diambil dari area lantai dasar yang tidak terkena kebakaran.“Hasil awal sangat berbeda dengan observasi petugas kami di lapangan serta dengan temuan para ahli dan warga,” katanya.Baca juga: Kebakaran Apartemen Hong Kong Padam Usai 2 Hari, 128 Orang TewasKepolisian mengonfirmasi bahwa sebagian jenazah korban terbakar hingga menjadi abu akibat intensitas api.Kondisi tersebut membuat kemungkinan beberapa korban hilang tidak dapat ditemukan sama sekali.Hingga kini, 151 korban telah teridentifikasi meninggal dunia. Lebih dari 40 orang masih belum ditemukan, dan tim pencarian masih menelusuri gedung untuk menemukan sisa-sisa jenazah serta barang identifikasi.ICAC dan kepolisian telah menangkap 14 orang, termasuk konsultan teknik, kontraktor, dan subkontraktor scaffolding.


(prf/ega)