Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Segera Uji Coba, Target Beroperasi Awal 2026

2026-01-10 10:12:46
Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Segera Uji Coba, Target Beroperasi Awal 2026
-Pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 memasuki tahap akhir. Proyek yang mulai dikerjakan sejak pertengahan Juli 2024 itu bersiap menjalani uji laik fungsi dan uji laik operasi.Direktur Paramount Land Norman Daulay mengatakan, progres pembangunan berjalan sesuai jadwal sejak awal. Pekerjaan fisik kini hampir rampung dan dilanjutkan dengan uji coba operasional.“Proyek strategis ini berjalan tepat waktu sesuai komitmen awal pembangunan dan kini telah mencapai tahap penyelesaian fisik dengan uji coba operasional pada akhir kuartal pertama 2026,” kata Norman di Tangerang, Senin .Baca juga: 50 Jalan Tol Masuk Daftar PSN Demi Swasembada Pangan, Energi, dan Air Akses tol ini dirancang melayani pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju Paramount Petals dan Jalan Pasir Randu. Jalur sebaliknya, dari kawasan Paramount Petals menuju Jakarta, juga disiapkan.Pembangunan jalan boulevard penghubung pintu tol ke seluruh kawasan dilakukan secara paralel. Infrastruktur tersebut disiapkan agar akses keluar masuk kawasan berjalan lancar.“Sehingga akses tol ini akan memperluas konektivitas dan mempermudah mobilitas menuju Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, dan destinasi penting lainnya,” ujar Norman.Ia menyebut kehadiran akses tol ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan. Dampak tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi lokal, terbukanya akses baru, serta peningkatan aktivitas kawasan sekitar.Norman juga menyoroti dampak lalu lintas. Akses tol langsung ini diperkirakan mampu mengurangi kepadatan di arteri Bitung.“Kehadiran akses tol ini juga berfungsi mengurai kemacetan di arteri Bitung hingga 10–15 persen atau sekitar 19–20 ribu kendaraan per hari,” katanya.Baca juga: Libur Nataru, Jalan Tol Padat, Ini Kunci Road Trip Tetap AmanDirektur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu menambahkan, kawasan penyangga ibu kota yang dilintasi jalan tol menunjukkan kenaikan harga properti. Peningkatan tersebut dinilai cukup signifikan.Perubahan ini mencerminkan pergeseran preferensi pembeli. Generasi muda semakin menempatkan kemudahan akses, konektivitas, dan potensi pengembangan jangka panjang sebagai pertimbangan utama.“Faktor lain adalah penurunan suku bunga acuan ke 4,75 persen serta kondisi ekonomi yang relatif stabil, pasar properti Indonesia menunjukkan sinyal optimisme yang kuat menjelang akhir tahun,” ujar Henry.


(prf/ega)