2 WN China yang Terlibat Bentrok dengan TNI di Kawasan Tambang Ketapang Jadi Tersangka

2026-01-11 03:18:51
2 WN China yang Terlibat Bentrok dengan TNI di Kawasan Tambang Ketapang Jadi Tersangka
PONTIANAK, - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) menetapkan dua warga negara asing (WNA) asal China berinisial WS dan WL sebagai tersangka dalam kasus bentrokan dengan prajurit TNI di kawasan pertambangan PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), Kabupaten Ketapang.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Raswin Bachtiar Sirait menyatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan pencocokan barang bukti.WS dan WL dijerat Pasal 2 UU Daruat Nomor 12 Tahun 1951. "Keduanya dijerat dengan dugaan tindak pidana membawa senjata tajam," kata Raswin, Senin ."Penetapan status tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah," ujar Raswin.Baca juga: Kapolda Tegaskan Bentrok WNA China–TNI di Tambang Ketapang Diproses Sesuai HukumWS dan WL telah dibawa ke Polda Kalbar setelah sebelumnya diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang pada Kamis .Sebanyak 29 WNA China sempat diamankan dalam kasus ini.Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 27 lainnya masih menjalani pemeriksaan keimigrasian.Raswin menambahkan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka tambahan, namun penyidikan terus berlangsung untuk mendalami peran pihak lain yang diduga terlibat."Sampai sekarang belum ada penetapan tersangka baru, tetapi penyidikan tetap kami lanjutkan," tutup Raswin.Baca juga: 15 WN China yang Diduga Serang Prajurit TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang Diamankan ImigrasiBentrok antara 15 WNA China dan prajurit TNI serta warga sipil di areal tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), Kecamatan Tumbang Titi, Ketapang, Kalbar, diduga dipicu konflik klaim kepengurusan perusahaan.Terdapat dua kubu manajemen PT SRM, yakni versi Li Changjin dan versi Firman, yang mengeklaim telah mengesahkan direksi baru melalui RUPS Juli 2025.Insiden terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025 sekitar pukul 15.40 WIB.Baca juga: Imbas Bentrok dengan TNI di Tambang Emas Ketapang, 29 WNA China Diamankan ImigrasiVersi Li Changjin menyebut kericuhan bermula saat staf teknis WNA mengoperasikan drone di area IUP PT SRM, yang kemudian dipersoalkan pihak lain.Drone dan ponsel staf sempat disita dan data dihapus sebelum dikembalikan.


(prf/ega)