BOGOR, - Warga Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, harus menyeberangi aliran sungai untuk memakamkan jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU).Warga memilih menyeberangi sungai untuk memotong waktu tempuh perjalanan menuju TPU.Arus yang cukup deras menjadi tantangan bagi warga karena bisa jadi nyawa taruhannya.Kondisi itu pun sudah berlangsung sejak bertahun-tahun."Memang aksesnya cuma ke situ (ke pemakaman)," kata Kepala Desa Buanajaya, Sudarjat, kepada Kompas.com, Kamis .Baca juga: Kasus Sekolah Ambruk Berulang, Bupati Bogor: Evaluasi Seluruh Gedung SekolahJika memutar, warga harus berjalan kaki kurang lebih 3 kilometer untuk bisa mengakses Jembatan Sungai Cipamapag.Namun, jika menyeberangi sungai, jaraknya hanya sekitar 400 meter."Kalau lewat jembatan berapa kilo, jadi mau enggak mau ke sana (seberangi sungai)," ungkapnya.Selain menuju pemakaman, warga biasa menyeberangi sungai untuk pergi bertani.Adapun aktivitas warga lainnya seperti anak-anak sekolah menggunakan akses biasa.Baca juga: Pohon Tumbang di Kemang Bogor: 2 Rumah Rusak, Satu Warga Terluka"Kalau anak-anak sekolah enggak lewat situ, soalnya ke situ area pertanian," tambahnya.Ia berharap agar segera dibangun jembatan untuk membantu aktivitas warga sehingga warga tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk pemakaman maupun pergi bertani."Alhamdulillah sudah masuk dimusyawarah. Mudah-mudahan tahun 2026 tidak ada perubahan dan dapat terealisasi," tuturnya.
(prf/ega)
Warga Buanajaya Bogor Gotong Jenazah Seberangi Sungai ke Pemakaman
2026-01-11 22:01:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:09
| 2026-01-11 21:48
| 2026-01-11 20:55
| 2026-01-11 20:34










































