Heboh Ngaku Nyaris Diculik, Ternyata Siswi SMP di Palembang Telat Datang ke Sekolah

2026-01-10 10:17:57
Heboh Ngaku Nyaris Diculik, Ternyata Siswi SMP di Palembang Telat Datang ke Sekolah
PALEMBANG, - Kasus dugaan percobaan penculikan yang melibatkan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial E (13) di Palembang, Sumatera Selatan, dipastikan hoaks.E sebelumnya mengaku nyaris diculik oleh empat pria bertopeng pada Jumat saat melintas di Jalan DI Panjaitan Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu II, dalam perjalanan menuju sekolah.Pengakuan E menyebar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @palembang_jurnalis.Namun, setelah penyelidikan maraton oleh pihak kepolisian, informasi tersebut terbukti tidak benar.Baca juga: Tabrakan Beruntun 3 Truk di Palembang, Pengendara Motor TewasOrang tua E juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada polisi terkait informasi yang disebarkan anaknya.“Orang tuanya sudah mengklarifikasi dan meminta maaf karena anaknya menyampaikan informasi yang tidak benar,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono kepada wartawan, Kamis .Harryo menjelaskan, sejak awal pihaknya meragukan keterangan E yang kerap berubah-ubah.Berdasarkan rangkaian cerita tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.Baca juga: Sepasang Kekasih Asal Sleman Culik Balita di Sidoarjo untuk Jaminan UtangHasil penyelidikan menyimpulkan bahwa tidak ada aksi penculikan, dan E akhirnya mengakui bahwa ia telah mengarang cerita.“Kami sejak awal curiga dari rangkaian cerita yang ada, kami runtut berdasarkan barang bukti di lapangan dan kesaksian pihak-pihak yang menyimpulkan cerita itu tidak benar,” ujarnya.Kejadian sebenarnya, menurut Kapolrestabes, E sempat ditegur seseorang yang tidak dikenal.Karena panik, ia pulang ke rumah dan kemudian memutuskan kembali ke sekolah. Namun karena terlambat, E menceritakan kepada temannya bahwa ia hendak diculik.Cerita tersebut kemudian sampai ke guru. Dinas Pendidikan Kota Palembang pun turun tangan.“Teguran dari pria yang tidak dikenal itu bukanlah ancaman. Pengakuan korban yang dicegat oleh orang tak dikenal, dipukul, dan ditarik, itu tidak benar,” ungkapnya.Lebih lanjut, Harryo menjelaskan, pria yang disebut hendak menculik E terekam oleh kamera CCTV menggunakan mobil.Setelah ditelusuri, ternyata pengemudi tersebut adalah driver taksi online yang kebetulan melintas di lokasi.“Setelah driver ini kami periksa, ternyata juga tidak ada hubungannya dengan cerita dari E,” jelasnya.Harryo menegaskan, masyarakat jangan mudah menyebarkan informasi sebelum terbukti kebenarannya, terutama yang berasal dari media sosial.“Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya informasi yang belum tentu benar,” kata dia.


(prf/ega)