Sebulan Listrik Padam di Aceh Utara, Bupati Salurkan 40 Mesin Generator

2026-01-11 04:18:15
Sebulan Listrik Padam di Aceh Utara, Bupati Salurkan 40 Mesin Generator
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyalurkan 40 unit mesin generator untuk 40 titik pengungsian di wilayahnya. Langkah ini diambil lantaran suplai listrik di Kabupaten Aceh Utara belum kembali normal meski sudah satu bulan pascabanjir bandang.Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), masih terdapat sembilan desa yang mengalami pemadaman total, di antaranya Desa Riseh dan Desa Paya Rubek di Kecamatan Sawang. Selain itu, pemadaman juga terjadi di Desa Langkahan, Leubok Pusaka, Matang Rubek, Seureke, Tanjung Dalam Selatan, dan Tanjong Jawa di Kecamatan Langkahan.“40 mesin generator itu sangat tidak cukup. Saya selalu minta ke BNPB agar diberikan tambahan, karena titik pengungsian kita hingga saat ini 210 titik,” terang pria yang akrab disapa Ayahwa ini, Kamis .Baca juga: Bupati Aceh Utara: Saya Siap Hibahkan Lahan Pribadi untuk Korban BanjirAyahwa mendesak Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Darmawan Prasojo, untuk segera mempercepat pemulihan suplai listrik dengan kekuatan maksimal. Kondisi warga di pengungsian dinilai sangat memprihatinkan karena harus melewati malam tanpa penerangan selama sebulan penuh.“Kasihan rakyat, sebulan padam listrik di tenda pengungsian. Begitu ada mesin generator langsung kita bagikan, minimal PLN bantu mesin generator dulu untuk sementara waktu,” katanya.Bupati mencontohkan kondisi di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, yang setidaknya membutuhkan 10 mesin generator tambahan. Ia berharap pihak PLN tidak hanya fokus pada perbaikan jaringan, tetapi juga memberikan solusi darurat bagi para pengungsi.“Kita minta agar Pak Dirut PLN mengirimkan mesin generator untuk lokasi pengungsi segera, agar minimal ada penerangan malam hari,” ujar Ayahwa.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir besar merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025 lalu. Aceh Utara menjadi salah satu daerah terdampak paling parah dengan catatan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, hingga lumpuhnya seluruh fasilitas umum.Baca juga: 9 Desa Masih Gelap Gulita di Aceh Utara, Korban: Bayangkan Sudah Sebulan Tanpa ListrikPT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Kepastian ini ditandai dengan kembali beroperasinya seluruh 20 gardu induk (GI) di Aceh sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal.Pemulihan tersebut didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Salah satu tonggak pentingnya adalah beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya yang memastikan pasokan listrik dapat disalurkan secara optimal ke seluruh gardu induk di Aceh.Dengan seluruh gardu induk telah beroperasi normal, PLN selanjutnya memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik ke masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses.Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pemulihan kelistrikan Aceh dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat dengan mengedepankan kolaborasi lintas pihak.“Sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dan arahan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kami terus mempercepat pemulihan kelistrikan pascabencana. Alhamdulillah, saat ini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali berfungsi,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Darmawan menambahkan, kondisi tersebut menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat kembali berjalan secara stabil dan andal. Sebelumnya, PLN berhasil mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dengan dukungan cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Aceh.Beroperasinya pembangkit tersebut sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh.Selain itu, PLN juga memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang merupakan tulang punggung interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera–Aceh dan sempat terputus akibat banjir serta tanah longsor.Dengan sistem utama yang telah normal, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi. Darmawan menegaskan, setiap tahapan pemulihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.“Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” katanya.PLN berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Aceh dalam meningkatkan layanan kelistrikan serta memantau keandalan sistem secara berkelanjutan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal.


(prf/ega)