Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Interim 2025 Rp 9,3 T, Ini Jadwalnya

2026-01-14 19:40:20
Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Interim 2025 Rp 9,3 T, Ini Jadwalnya
JAKARTA, - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali merencanakan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 dengan nilai indikatif mencapai Rp 9,3 triliun.Pembayaran dividen interim dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026.Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, keputusan pembagian dividen interim didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang tetap solid hingga akhir November 2025, seiring terjaganya posisi permodalan dan likuiditas di tengah dinamika ekonomi.Baca juga: Bank Mandiri Segarkan Komisaris, Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi Ilustrasi dividen. “Keputusan pembagian dividen interim tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang tetap solid hingga akhir November 2025, seiring terjaganya posisi permodalan dan likuiditas perseroan di tengah dinamika ekonomi,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Senin .Dividen interim BMRI tersebut akan dibagikan sebesar Rp 100 per saham dan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan yang telah ditetapkan.Total nilai distribusi dividen Bank Mandiri mencapai Rp 9,3 triliun, meskipun masih bersifat indikatif dan akan disesuaikan dengan data final pada saat pelaksanaan pembayaran.Dari sisi kinerja intermediasi, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit yang tetap kuat. Secara bank only, penyaluran kredit hingga November 2025 tumbuh 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1.452 triliun.Baca juga: Profil Zulkifli Zaini, Komisaris Utama Baru Bank MandiriLaju pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional sepanjang 2025, yang berada di kisaran satu digit hingga awal kuartal IV 2025.Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh pengelolaan pendanaan yang kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri hingga November 2025 meningkat 15,9 persen (YoY) menjadi Rp 1.584 triliun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 19:43