Generasi Muda Paling Aktif di Dunia Digital, tapi Literasi Keuangan Masih Rendah

2026-01-11 03:29:52
Generasi Muda Paling Aktif di Dunia Digital, tapi Literasi Keuangan Masih Rendah
JAKARTA, - Tingkat literasi dan inklusi keuangan generasi muda di Indonesia masih rendah. Padahal generasi mudah menjadi kelompok paling aktif di dunia digital.Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, kelompok usia 15 sampai 17 tahun memiliki indeks literasi keuangan terendah sebesar 51,68 persen.Indeks inklusi keuangan kelompok usia 15 sampai 17 tahun juga rendah, yakni sebesar 74 persen.Baca juga: Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Prudential Syariah Gandeng Dua Kampus di PurwokertoPEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.Sementara secara nasional, indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masing-masing sebesar 66,46 persen dan 80,51 persen.CEO dan Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara mengatakan, hal tersebut menandakan penetrasi akses keuangan bagi generasi muda perlu diperdalam."Besarnya jumlah generasi muda yang aktif di ruang digital, terlebih masih rendahnya pencapaian inklusi dan penetrasi keuangan, menjadi pengingat-pengingat kepada kita bersama bahwa inklusi dan literasi keuangan generasi muda perlu menjadi prioritas," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa .Salah satu hambatan terbesar generasi muda terutama remaja dalam mengakses layanan keuangan adalah mereka belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sebagai identitas standar untuk proses verifikasi layanan keuangan.Baca juga: UMKM Pintar Dorong Literasi Keuangan Perempuan di Era DigitalMenurut Vince, hal ini membuat banyak remaja tidak dapat memenuhi persyaratan dasar untuk membuka atau mengakses layanan keuangan yang aman."Generasi muda di Indonesia mengalami tantangan akses keuangan yang andal dan aman karena kurangnya sistem verifikasi identitas yang sesuai dengan karakteristik usia mereka yang belum memiliki KTP," ucapnya.Vince juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat bagi generasi muda.


(prf/ega)