MOSKWA, – Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan Telegram, menawarkan untuk menanggung penuh biaya bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) bagi perempuan berusia di bawah 37 tahun yang ingin hamil menggunakan sperma miliknya.Miliarder asal Rusia berusia 41 tahun itu mengaku telah memiliki setidaknya 100 anak dari donor sperma, di luar enam anak yang ia miliki dari tiga pasangan berbeda.Durov menyebut langkahnya sebagai bagian dari “tugas sipil” untuk mengatasi kelangkaan donor sperma berkualitas.Baca juga: Ejek Perancis, CEO Telegram Mau Beli Perhiasan Museum Louvre yang DirampokIa juga menegaskan bahwa seluruh anak biologisnya kelak berhak atas bagian dari warisannya.Durov, yang kekayaannya diperkirakan mendekati 17 miliar dollar AS (Sekitar Rp 284 triliun), mengatakan bahwa dirinya telah lama terlibat dalam donor sperma.Dalam wawancara di podcast Lex Friedman pada Oktober lalu, ia menyatakan bahwa semua anak biologisnya akan diperlakukan setara.“Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti—mungkin 30 tahun dari sekarang—mereka akan berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya meninggal,” ujar Durov.Dalam wawancara terpisah dengan majalah Perancis Le Point, ia menegaskan, “Saya tidak membedakan anak-anak saya.”Dok. Shutterstock/Africa Studio Ilustrasi bayi tabung. Menurut laporan The Wall Street Journal pada Senin , sperma Durov menjadi komoditas yang sangat diminati.Tahun lalu, puluhan perempuan disebut merespons iklan di sebuah klinik di Moskwa yang menawarkan sperma Durov secara gratis, dengan biaya IVF ditanggung langsung olehnya bagi perempuan di bawah usia 37 tahun.Meski Durov kini tidak lagi mendonorkan sperma secara langsung, sampel dari donasi sebelumnya masih disimpan di Klinik Altravita yang berbasis di Moskwa.Dalam sebuah unggahan di Telegram pada Juli 2024, Durov memastikan bahwa spermanya “masih tersedia.”Namun, demi menghindari persoalan hukum, akses terhadap sampel tersebut dibatasi. Klinik menyebut hanya perempuan yang belum menikah dan berusia 37 tahun atau lebih muda yang memenuhi syarat.Seorang mantan dokter di Klinik Altravita yang pernah memeriksa beberapa relawan mengatakan para pasien yang datang memiliki latar belakang yang baik.
(prf/ega)
CEO Telegram Izinkan Spermanya Digunakan lewat Bayi Tabung, Janjikan Warisan
2026-01-11 04:15:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:46
| 2026-01-11 03:21
| 2026-01-11 02:13
| 2026-01-11 02:06










































