PURWOREJO, – Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam setiap kegiatan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terus berkembang di berbagai wilayah.Penegasan ini disampaikan saat peluncuran SPPG Bedono di Desa Karangduwur, Kecamatan Kemiri, pada Senin ."Ini yang perlu diperhatikan, jangan asal masak, setiap SPPG wajib jaga kualitas dan keamanan pangan serta utamakan bahan baku lokal," kata Bupati.Dalam arahannya, Bupati Yuli menekankan bahwa pengelolaan SPPG harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada anak-anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.Baca juga: Saldo Rp 1 Miliar SPPG di Bandung Barat Lenyap, Operasional MBG Dihentikan“Saya tekankan agar pengelolaan SPPG dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Pastikan bahan pangan selalu segar, bergizi, dan aman. Proses pengolahan serta distribusinya harus higienis sesuai standar pemerintah,” ujar Bupati Yuli Hastuti.Menurutnya, makanan yang disajikan tidak boleh sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi standar gizi dan higienitas.Ia mengingatkan agar tidak terjadi kasus yang merugikan anak-anak, seperti penyajian makanan tidak layak konsumsi, kebersihan dapur yang diabaikan, atau bahkan potensi keracunan akibat kelalaian petugas.“Setiap tahapan harus diawasi dengan cermat agar keamanan dan kualitas makanan benar-benar terjamin. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat program akan lebih luas dan berkelanjutan,” tegasnya.Program Makan Bergizi Gratis yang digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo merupakan salah satu upaya konkret untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah dasar.Baca juga: SPPG di Purworejo Ini Gunakan 20 Galon Air Per Hari untuk Masak Menu MBGDalam praktiknya, satu dapur SPPG dapat melayani hingga ribuan porsi makanan sehat setiap hari, dengan menu bervariasi yang diatur oleh tim gizi agar kandungan nutrisinya seimbang.Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa program tersebut bukan hanya tentang memberi makanan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk saling peduli dan bergotong royong.“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” imbuhnya.Bupati Yuli juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya SPPG, mulai dari jajaran Yayasan Kemala Bhayangkari, TP PKK, pemerintah desa, hingga relawan lokal yang terlibat dalam kegiatan dapur gizi.Program ini, menurut Bupati, selaras dengan visi besar “Purworejo Berseri” yang memiliki program unggulan “Sejahtera Wargane”, berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga prasejahtera.Baca juga: Dana MBG Raib Rp 1 Miliar, Kepala SPPG di Bandung Barat Diduga Kena Tipu, 53 Pekerja DirumahkanDengan semakin banyaknya SPPG yang diresmikan di berbagai kecamatan, diharapkan Kabupaten Purworejo dapat menjadi contoh kabupaten yang serius dalam upaya pemenuhan gizi dan keamanan pangan anak-anak sekolah.Bupati juga mengimbau SPPG untuk menggunakan bahan pangan lokal sebagai suplai bahan pokok.Hal ini penting untuk menghidupkan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Purworejo. "Kita bisa gunakan bahan baku dari lokal agar ekonomi di sekitar dapur SPPG juga turut berputar," pungkas Bupati.
(prf/ega)
Bupati Purworejo Ingatkan SPPG: Jangan Asal Masak, Jaga Kualitas...
2026-01-11 03:33:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:50
| 2026-01-11 03:36
| 2026-01-11 02:46
| 2026-01-11 01:59
| 2026-01-11 01:54










































