Polisi dan Kemenkes Tangani Wabah ISPA di Suku Talang Mamak Riau, Beri Bantuan Oksigen

2026-01-11 15:13:04
Polisi dan Kemenkes Tangani Wabah ISPA di Suku Talang Mamak Riau, Beri Bantuan Oksigen
PEKANBARU, - Wabah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terjadi di lingkungan masyarakat Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.Wabah ini mengakibatkan 5 orang anak meninggal dunia.Pihak kepolisian dari Polsek Batang Gansal bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan untuk memutus penyebaran ISPA tersebut."Hari Rabu kemarin, kami bersama Kementerian Kesehatan dan pihak lainnya, turun ke Dusun Datai untuk melakukan penanganan terhadap warga yang terkena wabah penyakit," ujar Kapolsek Batang Gansal, Iptu Agus Ferinaldi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu .Agus menyebut, saat ini warga di pedalaman tersebut menderita batuk, demam, pilek, mual, dan hilang selera makan.Baca juga: 5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal Karena ISPA di Indragiri Hulu RiauWarga yang terkena penyakit itu, terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.Petugas melakukan serangkaian penanganan, mulai dari pelayanan kesehatan door to door, pengobatan warga yang sakit, edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta inspeksi sanitasi lingkungan.Tak hanya itu, sebut Agus, petugas kesehatan juga menyelidiki epidemiologi lebih lanjut, termasuk pengambilan spesimen untuk penegakan diagnosis.Kemudian, pengambilan sampel melalui swab dan sampel dahak terhadap 21 orang warga."Pihak Kemenkes juga memberikan bantuan oksigen konsentrator dan makan tambahan untuk ibu bayi dan ibu hamil," sebut Agus.Baca juga: Lonjakan ISPA di Dairi Capai 7.366 Kasus, RSUD Sidikalang Kekurangan Tempat TidurPengecekan kesehatan dan penyaluran bantuan kepada warga, tambah Agus, telah dilaksanakan sejak 3 Oktober 2025.Diberitakan sebelumnya, sebanyak 5 orang anak-anak Suku Talang Mamak meninggal dunia ISPA.Iptu Agus Ferinaldi menjelaskan, korban bernama Ira, mulai sakit pada 26 Oktober dan meninggal pada 29 Oktober 2025.Kemudian, korban bernama Riki, sakit sejak 8 Oktober dan meninggal dunia beberapa hari setelahnya. Korban bernama Itar, tidak diketahui sejak kapan sakit, namun meninggal dunia pada bulan Oktober.Baca juga: Antisipasi ISPA Saat Pancaroba, Pemkot Surabaya Gratiskan Vaksin PCV untuk BalitaKorban bernama Andra, juga tidak diketahui kapan sakit, namun meninggal dunia pada 28 Oktober.Sedangkan korban bernama Dinda, mulai sakit pada 16 Oktober dan meninggal pada 2 November 2025. "Korban meninggal dunia semuanya anak-anak," sebut Agus, dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu Agus mengatakan, pihaknya bersama petugas kesehatan dan TNI telah melakukan berbagai upaya pencegahan.Mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian obat-obatan, oksigen, dan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).


(prf/ega)