Kemenhut Buka Suara Soal Peran Gajah di Pidie Jaya: Prioritaskan Keselamatan Satwa dan Warga

2026-01-11 14:50:53
Kemenhut Buka Suara Soal Peran Gajah di Pidie Jaya: Prioritaskan Keselamatan Satwa dan Warga
- Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh melibatkan langkah yang tidak biasa, pengerahan empat ekor gajah sumatera terlatih.Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan bahwa seluruh proses mobilisasi satwa ini telah melalui perencanaan matang dengan tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa atau animal welfare.Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata menjelaskan bahwa pengerahan gajah dilakukan setelah tim melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi lokasi bencana.Baca juga: BERITA FOTO: 4 Gajah Dikerahkan BKSDA Aceh untuk Bantu Bersihkan Puing Banjir di Pidie JayaSurvei mencakup aksesibilitas, tingkat keamanan, kebutuhan operasional, serta kesiapan lingkungan untuk mendukung kerja gajah di lapangan."Keempat gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir," ujar Ujang dikutip dari Antara.Menurutnya, dalam situasi darurat, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat terutama dalam pembersihan material pascabencana.Maka dari itu, pemanfaatan gajah menjadi salah satu upaya percepatan penanganan pada area yang sulit dijangkau alat berat.Baca juga: Saat 4 Gajah Perkasa Bantu Evakuasi dan Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya AcehUntuk memastikan kesehatan dan kenyamanan gajah selama bertugas, tim menyiapkan area istirahat yang memadai, termasuk ketersediaan pakan, suplemen, serta pemantauan kesehatan secara berkala.Kebutuhan air minum satwa juga menjadi perhatian serius. Tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki air dan selang untuk memastikan gajah tidak kekurangan cairan.Ujang menambahkan bahwa pemanfaatan gajah dalam operasi kemanusiaan bukan hal baru. Indonesia pernah menerapkannya dalam penanganan pascabencana tsunami Aceh pada 2004.Praktik ini juga dikenal di beberapa negara Asia sebagai bentuk pemanfaatan gajah secara lestari yang tetap mengutamakan kehati-hatian.Baca juga: Sherina Munaf Protes Gajah Jadi Alat Berat Bersihkan Puing Kayu Pascabanjir di AcehTim lapangan terdiri dari delapan mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, serta dokter hewan dengan peralatan medis lapangan lengkap.Seluruh kegiatan mendapat pengamanan dari unsur kepolisian untuk memastikan proses berlangsung aman dan terarah.Terkait efektivitas gajah, Ujang menegaskan bahwa gajah mampu bekerja optimal selama didampingi pawang dan memenuhi prinsip keselamatan.Baca juga: 4 Gajah Terlatih Bantu Angkut Material akibat Banjir di AcehNamun ia mengingatkan bahwa pemanfaatan gajah untuk pekerjaan berat tidak boleh dinormalisasi secara berlebihan.


(prf/ega)