5 Tips dari Pakar untuk Kurangi Tekanan Finansial dan Pemborosan Saat Liburan

2026-01-12 04:36:46
5 Tips dari Pakar untuk Kurangi Tekanan Finansial dan Pemborosan Saat Liburan
- Perayaan Natal dan Tahun Baru identik dengan berbagai aktivitas yang membutuhkan biaya tambahan, mulai dari berlibur, menggelar pesta bersama keluarga atau teman, hingga mengirim hadiah dan parsel.Di tengah momen kebersamaan tersebut, banyak orang memanfaatkan waktu libur untuk beraktivitas bersama orang terdekat, yang kerap diiringi dengan peningkatan pengeluaran guna memenuhi berbagai kebutuhan.Namun, bagi sebagian orang yang tengah menghadapi kesulitan finansial, kondisi ini dapat menjadi beban. Sementara itu, tidak sedikit pula yang tanpa disadari justru membelanjakan uang secara berlebihan.Baca juga: Perempuan Ini Kaget Pulang-pulang dari Liburan Dapati 70 Telur Ayam di Dapur MenetasTerapis keuangan sekaligus pembawa acara podcast Mind Money Balance asal Amerika Serikat, Lindsay Bryan-Podvin, menyebut tekanan finansial menjelang akhir tahun merupakan hal yang kerap dirasakan banyak orang.“Kita sering menumpuk berbagai nostalgia dan tekanan dari tahun ke tahun agar liburan terlihat sempurna sesuai gambaran ideal. Namun, mengeluarkan uang bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan rasa sayang kepada keluarga dan teman,” ujar Bryan-Podvin, dikutip dari AP, Sabtu .Lantas, bagaimana cara mengurangi tekanan finansial serta pemborosan selama musim liburan?Baca juga: Strategi Ambil Cuti Nataru 2025/2026, Bikin Waktu Liburan Jadi PanjangBerikut sejumlah cara dari para pakar yang dapat digunakan untuk menghadapi tekanan finansial selama liburan serta menghindari pengeluaran berlebih. Direktur edukasi di aplikasi keuangan keluarga Greenlight, Jennifer Seitz mengatakan bahwa waktu liburan yang menjadi masa menyenangkan dapat berubah dengan cepat menjadi stres apabila pengeluaran dilakukan secara berlebihan. "Menyusun anggaran dapat membantu Anda menghindari pengeluaran berlebihan, terutama untuk hadiah, dekorasi, maupun kebutuhan liburan lainnya," kata Seitz. Ia mengatakan untuk memastikan anggaran tersebut mencakup biaya perjalanan, pengiriman, serta batas pengeluaran di setiap kategori. Hal ini agar lebih mudah menghindari utang di bulan Januari. Namun, memiliki anggaran saja tidaklah cukup. Bryan-Podvin menegaskan untuk mematuhi anggaran juga sama pentingnya."Pembayaran utang juga harus rutin dimasukkan ke dalam anggaran liburan. Dengan begitu, Anda tidak tertinggal pembayaran atau menambah utang baru," jelasnya.Baca juga: Tren Prompt Gemini AI Train Window View, Foto Liburan dalam Kereta Panoramik DuniaJurnalis gaya hidup dan pakar belanja di berbagai media di AS, Trae Bodge, menyarankan setiap orang mencari diskon, kupon, atau promo khusus pada saat berbelanja. Hal ini agar dapat menekan pengeluaran.“Saya selalu mencari kode kupon untuk menghemat persentase tertentu, mendapatkan cashback, atau bebas ongkir. Saya sangat percaya pada alat-alat ini dan menggunakannya setiap kali berbelanja,” ujar Bodge.Baca juga: [POPULER TREN] Keberadaan DN Aidit Saat G30S | Media Asing Soroti Ekpektasi Vs Realita Liburan ke BaliMenghabiskan terlalu banyak uang dan energi tentu dapat berdapak buruk pada kesehatan mental dan finansial, yang pada akhirnya berujung stres.


(prf/ega)