Jakarta - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana menilai, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai bentuk pengingkaran negara terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu."Saya boleh katakan kemarin adalah deklarasi nasional pengingkaran negara atas kejahatan pelanggaran HAM berat. Jadi kemarin itu bukan hari pahlawan, tapi juga deklarasi nasional tentang pengingkaran negara," ujar Bonnie dalam keterangannya, Rabu .Menurutnya, pemberian gelar tersebut mengabaikan fakta sejarah, terutama terkait berbagai pelanggaran HAM yang terjadi selama masa pemerintahan Soeharto.Advertisement"Saya melihat adanya upaya untuk mengingkari berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu di era Soeharto. Yang saya khawatirkan, bagaimana kita mau mengajarkan sejarah pada anak-anak muda," kata Bonnie.Dia juga menyoroti kondisi kebebasan pers di masa Orde Baru yang diberedel oleh rezim Soeharto. Ia mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari kepahlawanan."Bagaimana kita mau mengatakan pers diberedel di era Soeharto itu sebagai tindakan kepahlawanan atau pembukaan terhadap kebebasan berekspresi?," terang Bonnie.Ia menambahkan, pemberian gelar tersebut menciptakan kebingungan dalam memahami perjuangan reformasi 1998."Kami dulu ketika beramai-ramai ke gedung DPR-MPR, untuk apa itu semua? Ini membuat semuanya menjadi absurd, semuanya menjadi blur, serbarelatif," kata Bonnie.
(prf/ega)
Politikus PDIP Bonnie Triyana Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Abaikan Fakta Sejarah
2026-01-12 07:15:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:01
| 2026-01-12 06:44
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 05:36










































