LHOKSEUMAWE, – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lhokseumawe mendesak Menteri Agama RI segera memulihkan pesantren di Aceh Utara yang rusak usai diterjang banjir sekitar sebulan lalu.Ribuan santri hingga kini belum bisa melanjutkan pendidikan karena pesanten rusak.Ketua PCNU Kota Lhokseumawe, Tgk M. Rizwan Haji Alidi mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Dayah (Pesantren) Aceh Utara, tercatat ada 211 pesantren rusak.Jumlah tersebut meliputi 195 pesantren rusak sedang, 10 pesantren rusak berat, dan enam pesantren rusak ringan.Selain itu, sebanyak 4.420 santri, 5.035 ustaz, dan 211 pimpinan pesantren juga terdampak bencana.Baca juga: Bupati Aceh Utara: Saya Siap Hibahkan Lahan Pribadi untuk Korban Banjir Ia mengatakan, data tersebut berasal dari Aceh Utara saja. Ia menyebut kerusakan dampak banjir juga terasa di daerah lain di Aceh.“Itu di Aceh Utara saja, di 18 kabupaten/kota lain kurang lebih kerusakannya juga parah. Untuk itu, butuh aksi cepat dari Menteri Agama untuk pemulihan pesantren,” terang Rizwan.Selain itu, berdasakan observasi NU Lhokseumawe di sejumlah kabupaten, ribuan santri dari berbagai pesantren di Aceh kini diliburkan karena kerusakan yang dialami pesantren.Sebagian dari santri dan keluarganya juga menjadi korban banjir yang saat ini tinggal di pengungsian atau rumah yang rusak."Sehingga mengembalikan mereka ke pesantren akan meringankan beban keluarga yang saat ini sedang mengalami kesulitan di lokasi bencana,” ujarnya.Baca juga: 9 Desa Masih Gelap Gulita di Aceh Utara, Korban: Bayangkan Sudah Sebulan Tanpa Listrik“Kerusakan infrastruktur dasar di pesantren seperti asrama, ruang belajar, dapur umum, masjid/musala, kitab-kitab, dan lainnya, harus segera ditangani,” imbuhnya.Saat ini, sambung Rizwan, pesantren masih secara swadaya membersihkan lumpur sisa banjir.Tujuannya agar bisa segera memulai pembelajaran.Dia mengatakan, kesulitan yang dialami santri saat ini adalah biaya. Terutama bagi mereka yang keluarganya terdampak bencana.“Kesulitan bagi santri yang akan kembali ke pesantren saat ini adalah biaya, terutama dari kalangan keluarga yang menjadi korban banjir, kehilangan rumah dan harta benda lainnya. Kehidupan mereka berada di titik nol. Sehingga akan mengalami kesulitan untuk dapat kembali ke dayah melanjutkan pendidikan. Ini perlu dukungan semua pihak,” kata Tengku Rizwan.Baca juga: 211 Pesantren di Aceh Utara Rusak Akibat Banjir, Menag Diharap Turun LangsungMenurutnya, apabila santri bisa kembali ke pesantren, akan dapat memberikan keringanan kepada keluarga korban banjir."Karena jumlah anggota keluarga yang harus ditampung di tempat pengungsian atau di lokasi bencana semakin berkurang. Selain itu, anak-anak atau para santri sudah bisa melanjutkan pendidikan yang sudah tertunda selama hampir satu bulan,” jelasnya.NU Lhokseumawe juga berharap seluruh infrastruktur pendidikan, baik sekolah, madrasah, TPA, dan lain-lain segera bisa berfungsi kembali sehingga anak-anak segera mendapatkan pendidikan kembali dan menyembuhkan secara bertahap trauma psikologis yang dialami korban akibat banjir.
(prf/ega)
Pendidikan Ribuan Santri Terhenti, 211 Pesantren di Aceh Utara Masih Rusak Akibat Banjir
2026-01-11 04:04:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:03
| 2026-01-11 02:59
| 2026-01-11 02:12
| 2026-01-11 01:33
| 2026-01-11 01:31










































