PALANGKA RAYA, - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtaruddin menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri adanya pekerja migran Indonesia yang tewas dalam tragedi kebakaran apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, sejak Rabu hingga Kamis dini hari.“Nanti kami crosscheck, tapi pada prinsipnya siapapun pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, apakah karena dia kecelakaan kerja, korban penganiayaan, atau apapun, negara akan hadir,” ujar Mukhtaruddin kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis .Mukhtaruddin menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian PPMI akan berkoordinasi untuk melindungi pekerja migran yang mengalami kemalangan di negara tempatnya bekerja.“Kami akan lakukan pendampingan sampai tuntas,” tambahnya.Baca juga: Mengapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Menjalar Begitu Cepat?Politikus Partai Golongan Karya ini menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan oleh Kementerian PPMI sampai tuntas hingga kepulangan jenazah.Keluarga yang ditinggalkan juga akan mendapatkan santunan dari negara.“Mau pulang sehat, mau pulang jenazah, pasti kami urus, bahkan dapat santunan juga dari kami bagi yang meninggal dan lain-lain,” pungkasnya.Diketahui, Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengatakan, dua pekerja rumah tangga asal Indonesia meninggal dunia dalam kebakaran kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po.Dikutip dari The Independent, Kamis , dua WNI lainnya juga mengalami luka-luka dan kini sedang menjalani perawatan.Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong mengatakan, jumlah korban akibat kebakaran apartemen telah meningkat menjadi 55 orang.Hingga Kamis , identitas para korban masih dalam proses verifikasi karena skala kerusakan yang luas.Tragedi ini memicu seruan investigasi menyeluruh, terutama terkait kecepatan penyebaran api dan kondisi renovasi gedung pada saat kebakaran terjadi.Kebakaran ini disebut menjadi salah satu insiden paling mematikan di Hong Kong dalam tiga dekade terakhir.Menurut The Guardian, Kamis , skala korban jauh lebih besar dari perkiraan awal.Hingga kini, sekitar 279 penghuni masih dinyatakan hilang, membuat operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung tanpa henti.Tak hanya itu, sekitar 900 warga harus mengungsi ke pusat penampungan terdekat setelah kompleks dengan delapan menara tersebut hangus selama lebih dari 15 jam.
(prf/ega)
Pekerja Migran Indonesia Tewas dan Luka-luka dalam Tragedi Kebakaran Apartemen di Hongkong, Menteri PPMI: Kami Dampingi Sampai Tuntas
2026-01-11 22:57:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:44
| 2026-01-11 22:42
| 2026-01-11 22:36
| 2026-01-11 22:15
| 2026-01-11 21:49










































