Perbedaan Somalia dan Somaliland, Wilayah yang Baru Saja Diakui Israel

2026-01-11 14:15:51
Perbedaan Somalia dan Somaliland, Wilayah yang Baru Saja Diakui Israel
HARGEISA, - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.Langkah ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland sejak wilayah tersebut memisahkan diri dari Somalia pada 1991.Lalu, apa bedanya Somalia dengan Somaliland?Baca juga: Israel Jadi Negara Pertama yang Mengakui SomalilandGOOGLE MAPS Wilayah Somaliland di utara Somalia.Somaliland terletak di bagian barat laut Somalia, menempati wilayah bekas Protektorat Inggris di Somalia Utara.Wilayah ini berbatasan langsung dengan Djibouti di barat laut, Ethiopia di barat dan selatan, serta Teluk Aden di bagian utara.Wilayah timurnya masih dipersengketakan oleh kelompok yang menolak gerakan separatis di Ibu Kota Hargeisa.Dikutip dari BBC, Somaliland membentang seluas kira-kira 177.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa berdasarkan data per 2 Januari 2024.Meski tidak diakui oleh negara mana pun di dunia, Somaliland memiliki sistem pemerintahan sendiri yang berfungsi penuh.Mereka memiliki parlemen, kepolisian, mata uang, hingga presiden yang kini dijabat oleh Abdirahman Mohamed Abdullahi, yang dikenal dengan nama Abdirahman Cirro.Baca juga: Israel Dikepung Kecaman Usai Akui Somaliland, Afrika Ikut MarahAFP/LUIS TATO Pemandangan Ibu Kota Hargeisa di Somaliland, wilayah yang memproklamirkan diri sebagai negara merdeka setelah melepaskan diri dari Somalia. Foto diambil pada 7 November 2024. Pada Jumat , Israel mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat.Somaliland memiliki sejarah yang berbeda dari Somalia. Wilayah ini merupakan protektorat Inggris hingga 1960.Setelah merdeka, Somaliland memutuskan bergabung dengan wilayah Somalia yang kala itu merupakan bekas jajahan Italia.Namun, penggabungan tersebut tidak berjalan mulus. Warga Somaliland merasa dipinggirkan karena kebijakan sentralisasi kekuasaan yang berpusat di bagian selatan.Mengutip Council on Foreign Relations, pada 1980-an, muncul kelompok pemberontak Somali National Movement (SNM) di Somaliland yang menentang kekuasaan junta militer Presiden Siad Barre.Pada Januari 1991, SNM bersama kelompok pemberontak lain berhasil menggulingkan Barre.Namun, alih-alih bergabung dengan pemerintahan baru yang dibentuk milisi lain, SNM memilih mendeklarasikan kemerdekaan Somaliland pada Mei 1991.


(prf/ega)