China Masih Penyumbang Terbesar Investasi KEK di Indonesia

2026-01-11 03:33:52
China Masih Penyumbang Terbesar Investasi KEK di Indonesia
JAKARTA, - Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai menunjukkan tren positif menjelang akhir 2025.Hingga kuartal III-2025, total realisasi investasi kumulatif di 25 KEK mencapai Rp 314 triliun.Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyebut China masih menjadi negara dengan porsi investasi terbesar di KEK Indonesia.“China paling banyak. Tapi ada juga dari Belanda, Eropa, Korea, dan Jepang. Yang memang paling besar itu dari China,” kata Edwin di Jakarta, Selasa .Menurut Edwin, minat investor masih berfokus pada sektor industri.Baca juga: Investasi di KEK Tembus Rp 314 Triliun, Serap 237.000 Pekerja BaruSejumlah subsektor yang tumbuh cepat antara lain petrokimia, industri baterai kendaraan listrik, hilirisasi mineral dan sawit, hingga smelter tembaga, nikel, dan alumina.Beberapa KEK bahkan telah beralih dari fase pembangunan menuju fase produksi dan ekspor.Salah satu yang dicontohkan Edwin ialah KEK Gresik, yang telah menjadi pusat pemurnian tembaga milik Freeport.Sementara itu, KEK Kendal berkembang melalui pembangunan smelter nikel dan fasilitas baterai kendaraan listrik.Dari seluruh kawasan yang beroperasi, KEK Gresik tercatat sebagai kawasan dengan nilai investasi terbesar.Edwin menyebut akumulasi investasi di KEK tersebut telah mencapai sekitar Rp 100 triliun.“(KEK) Gresik yang paling tinggi investasinya. Itu sampai seratusan triliun, akumulatif,” ujarnya.Sebelumnya, Edwin Manansang mengungkapkan, hingga saat ini, total investasi kumulatif di seluruh KEK telah mencapai Rp 314 triliun.Secara kumulatif, sebanyak 237.000 pekerjaan baru tercipta sejak KEK mulai beroperasi.Khusus tahun 2025, jumlahnya mencapai 79.000 lapangan kerja baru, jauh melampaui target awal sekitar 45.000 pekerja.“Yang jelas, sampai saat ini kumulatif investasi kita di KEK itu Rp 314 triliun. Tahun ini saja kita sudah bisa mencapai sekitar Rp 60-an triliun,” kata Rizal dalam Indonesia SEZ Business Forum 2025 pada Selasa .Baca juga: Wamen Investasi Sebut Ada 6 KEK Baru, Potensi Investasi Rp 300 triliun


(prf/ega)