– Duka mendalam menyelimuti Kota Manado pasca-insiden kebakaran hebat yang melanda Panti Werdha Damai (dahulu dikenal sebagai Panti Gertruida) di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Sulawesi Utara, pada Minggu malam.Peristiwa pilu yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita tersebut menelan korban jiwa sebanyak 16 orang penghuni lansia.Sementara itu, belasan penghuni lainnya kini tengah berjuang pulih dari trauma di sejumlah rumah sakit.Pemilik Panti Werdha Damai, Olva Sumual, memaparkan bahwa total penghuni panti berjumlah 35 orang. Namun, saat api melalap bangunan pada Minggu malam, terdapat 31 lansia yang berada di lokasi."Yang ada di dalam panti saat itu 31 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 26 perempuan. Empat lainnya sedang pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama keluarga," ujar Olva saat memberikan keterangan, Senin .Saat kebakaran terjadi, minimnya petugas panti menjadi kendala proses evakuasi.Hanya ada sepasang suami istri pekerja yang tinggal di lokasi, sementara pengurus lainnya masih dalam suasana perayaan Natal.Beberapa lansia yang selamat berhasil meloloskan diri dengan cara melompat pagar ke bangunan di bagian belakang panti yang tidak terjangkau api.Baca juga: Tragedi Kebakaran Panti Werdha Manado, Polisi Sebut 15 Jenazah Sulit DiidentifikasiPasca-kebakaran, 16 korban selamat kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Manado, RSUP Kandouw, dan RS JH Awaloei. Secara fisik, kondisi para lansia dilaporkan stabil, namun guncangan psikologis atau trauma menjadi perhatian utama tim medis."Karena trauma, Pemkot Manado menginginkan mereka tetap di rumah sakit supaya lebih tenang. Tempat tidur dan makanan juga sudah disiapkan," jelas Olva.Tantangan berikutnya muncul terkait pasca-perawatan.Olva mengungkapkan bahwa dari data panti, terdapat sekitar delapan orang lansia yang benar-benar terlantar dan tidak memiliki keluarga untuk pulang. Ia pun memohon bantuan kepada Pemerintah Kota Manado untuk penyediaan tempat penampungan sementara.Di tengah tragedi ini, semangat Mapalus atau budaya gotong royong khas masyarakat Minahasa terlihat nyata di RSUD Kota Manado.Sejak Senin pagi, warga dari berbagai kelompok berbondong-bondong membawa bantuan berupa beras, telur, air mineral, hingga makanan siap saji.Suasana haru pecah saat rombongan dari Gereja Kristus Manado menjenguk dua anggota jemaat mereka yang menjadi korban selamat. Isak tangis dan doa bersama mewarnai pertemuan tersebut.
(prf/ega)
Menengok Kondisi Panti Werdha Damai Manado yang Porak-poranda, Kursi Roda Hangus, Hanya Sisa Puing
2026-01-11 04:11:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:06
| 2026-01-11 03:21
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:48
| 2026-01-11 02:24










































