JAKARTA, - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pemerintah telah menuntaskan 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten, yang terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur. Bahkan saat ini tidak ada lagi isu radioaktif yang mengganggu kegiatan industri. Pemerintah sendiri telah menerima surat resmi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bappeten) yang memastikan tidak ada lagi isu atau ancaman radiasi di area tersebut. Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh area dan perusahaan yang sempat terdampak kini dalam kondisi aman. “Saya mau menyampaikan bahwa radioaktif itu sudah clear, kami juga sudah mendapatkan surat dari Bappeten dan sudah tidak lagi menjadi isu,” ujar Agus usai pembukaan pameran IPCS di Pusdiklat Industri Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu . Baca juga: Pastikan Udang Indonesia Bebas Cesium 137, KKP Gandeng Bapeten Pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan alias merelaksasi kebijakan penghentian sementara impor scrap atau limbah logam bekas. Langkah ini diambil setelah seluruh proses pemeriksaan terkait paparan radioaktif di sejumlah perusahaan dinyatakan selesai dan aman. Agus menjelaskan, apabila kebijakan penghentian impor tersebut direlaksasi atau bahkan dicabut, hal itu menjadi tanda bahwa persoalan radioaktif sudah benar-benar tidak menjadi masalah lagi. Keputusan pemerintah dalam membuka kembali keran impor scrap akan mencerminkan kondisi industri yang telah sepenuhnya aman dari potensi paparan bahan berbahaya. “Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat pemerintah akan mengambil keputusan lagi untuk merelaksasi kebijakan penghentian sementara import untuk scrap, dengan demikian, kalau itu sudah kita relaksasi atau bahkan kebijakannya kita cabut oleh pemerintah untuk impor scrap, tentunya artinya sudah tidak ada masalah ketika kita bicara mengenai radioaktif,” paparnya. Baca juga: Kontainer yang Bawa Scrap Metal Terkontaminasi Cesium-137 “Hilang” Sebagai langkah kehati-hatian, pemerintah sebelumnya telah memberlakukan penghentian sementara impor scrap yang digunakan oleh sejumlah industri logam dalam negeri. Menperin juga meluruskan adanya persepsi publik bahwa masalah radioaktif masih berlangsung. Ia memastikan pernyataan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Senin , hanya menjelaskan kronologi kejadian, bukan menandakan masih adanya persoalan aktif. “Kalau teman-teman mendengar penjelasan dari Pak Dirjen ILMATE, maksud beliau bukan bahwa masalahnya masih ada, tetapi hanya menjelaskan kronologinya. Jadi sekali lagi, sudah tidak ada masalah mengenai radioaktif,” paparnya. Terkait dengan keberlangsungan operasional 24 perusahaan yang sebelumnya disebut terpapar, Agus menyebut sebagian besar sudah kembali beroperasi setelah mendapatkan izin dan hasil pemeriksaan yang menyatakan aman. Baca juga: Kemenperin Duga Kontaminasi Cesium-137 Bisa dari Peleburan Alat Medis
(prf/ega)
24 Pabrik di Cikande Sempat Terpapar Cs-137, Menperin: Sudah Clear, Impor Scrap Segera Dibuka Lagi
2026-01-11 03:38:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:12
| 2026-01-11 02:30
| 2026-01-11 02:21
| 2026-01-11 01:57
| 2026-01-11 01:18










































