Rupiah Melemah ke Rp 16.728 Per Dollar AS, Ketika Banyak Mata Uang Asia Menguat

2026-01-11 22:26:40
Rupiah Melemah ke Rp 16.728 Per Dollar AS, Ketika Banyak Mata Uang Asia Menguat
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu Indonesia.Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah berada di level Rp 16.728 per dollar AS, melemah 11 poin atau 0,07 persen dibandingkan posisi sebelumnya.Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di saat mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap dollar AS.Rupiah menjadi salah satu dari sedikit mata uang yang tertekan, bersama rupee India dan dollar Taiwan. Rupee tercatat melemah 0,04 persen, sementara dollar Taiwan turun tipis 0,006 persen.Baca juga: Rupiah Pagi Masih Lesu, Melemah ke Posisi Rp 16.732 Per Dollar ASDi sisi lain, hampir seluruh mata uang kawasan Asia menunjukkan penguatan. Won Korea memimpin penguatan dengan kenaikan 0,40 persen, disusul baht Thailand yang menguat 0,30 persen. Peso Filipina juga naik 0,29 persen, sementara yuan China bertambah 0,22 persen. Ringgit Malaysia ikut menguat 0,19 persen.Penguatan lebih moderat terlihat pada yen Jepang dan dollar Singapura yang sama-sama terapresiasi 0,14 persen terhadap dollar AS. Dollar Hong Kong mencatat penguatan tipis 0,01 persen.Sebelumnya, pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan pelemahan rupiah hari ini tidak lepas dari tekanan eksternal yang cukup kuat. Salah satunya berasal dari keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat yang mengesahkan RUU pendanaan guna mengakhiri penutupan pemerintah (government shutdown). Presiden AS, Donald Trump, juga disebut siap menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.RUU yang menjaga pendanaan pemerintah hingga setidaknya 30 Januari itu disahkan melalui pemungutan suara 222 banding 209, dengan dukungan 216 anggota Partai Republik dan enam anggota Partai Demokrat."RUU tersebut yang akan menjaga pendanaan pemerintah hingga setidaknya 30 Januari, disahkan dengan suara 222 banding 209, dengan 216 anggota Partai Republik dan enam anggota Partai Demokrat mendukung RUU tersebut," ujar Ibrahim dalam risetnya.Baca juga: Wamendag Sebut Transaksi Jakarta Muslim Fashion Week Capai 19,51 Juta Dollar ASMenurutnya, pengesahan itu meredakan ketidakpastian terkait permintaan bahan bakar AS, karena penutupan pemerintah telah menyebabkan ribuan pembatalan penerbangan di seluruh Amerika.Berakhirnya penutupan juga membuka kesempatan bagi pemerintah AS untuk kembali merilis data ekonomi resmi, sehingga pasar memperoleh kejelasan baru dari konsumen bahan bakar terbesar di dunia tersebut.


(prf/ega)