Kisah Dosen Unimal Terjebak Banjir di Pidie Jaya: Menginap 2 Malam dan Menyusuri Laut

2026-01-11 04:02:34
Kisah Dosen Unimal Terjebak Banjir di Pidie Jaya: Menginap 2 Malam dan Menyusuri Laut
ACEH UTARA, – Dua dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terjebak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, sejak 26-29 Desember 2025.Saat kejadian, mereka baru dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh menuju Kota Lhokseumawe.Setiba di Pidie Jaya, air meluap tiba-tiba.Mereka berkejaran dengan air menuju jalan yang lebih tinggi."Kami parkir di jalan layang kantor Bupati Pidie Jaya satu malam. Air tiba-tiba saja meluap. Mungkin dua meter atau tiga meter. Kami tancap gas sehingga selamat," kata Subhani, Selasa .Baca juga: Banjir Aceh Utara, PMI: Banyak Jenazah Belum Diangkat, Butuh Makanan dan PakaianDengan kondisi banjir di mana-mana dan pengungsi di sejumlah tempat, pada 27 Desember 2025, Subhani dan temannya Taufik Abdullah mencoba menerobos menuju Lhokseumawe."Kami terpaksa bergabung dengan pengungsi di Pidie Jaya lagi. Tak bisa lewat sama sekali. Makan dan minum seadanya, tanpa listrik dan tanpa sinyal handphone," terangnya.Dua malam menginap di lokasi itu, mereka mencoba meneruskan perjalanan hingga lokasi jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.Jembatan itu putus total dan tak bisa dilalui."Terakhir kami naik perahu kecil milik nelayan. Satu orang dikenakan Rp 200.000. Menyisir laut dari Kuta Blang Bireuen tembus ke Tempat Pendaratan Ikan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara selama satu jam 20 menit," terangnya.Adapun mobil yang mereka tumpangi hingga kini masih dititipkan di rumah saudara di Kabupaten Bireuen.Baca juga: Pilu Warga Aceh Tengah karena Banjir dan Longsor: Listrik Mati, Sembako Sulit dan MahalBanjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh, menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lainnya.Hingga kini, sejumlah titik belum bisa diakses.


(prf/ega)