Update Banjir Sumatera, Tim Gabungan Masih Bersihkan Tumpukan Kayu dan Limbah

2026-01-12 04:20:55
Update Banjir Sumatera, Tim Gabungan Masih Bersihkan Tumpukan Kayu dan Limbah
- Tim gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra, dan relawan masih mengangkut tumpukan kayu dab material limbah pasca-longsor dan banjir Sumatera. Pembersihan dilakukan di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan beberapa titik terdampak di Sumatera Utara.Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan mengatakan bahwa pengangkutan sampah tidak hanya menyasar tumpukan kayu utama, tapi juga fasilitas pendidikan seerta lingkungan sekitar.“Tim gabungan telah menyelesaikan pembersihan 12 ruang belajar, dua ruang kantor guru, serta satu area tempat wudu masjid, sekaligus membantu pembersihan rumah warga di sekitar lokasi terdampak,” ucap Subhan dalam keterangannya, Senin .Baca juga: ANTARA FOTO/Khalis Surry Ilustrasi Bener Meriah, Aceh. Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu . Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu . Subhan merincikan, petugas gabungan terdiri dari 80 personel UPT Kemenhut, 80 personel TNI, dan 30 personel Polri di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembersihan di Pesantren Darul Mukhlisin menggunakan 37 unit alat berat yang saat ini prosesnya mencapai 90 persen.Menurut Subhan, material lumpur dipindahkan ke lokasi penampungan akhir menggunakan dump truck.Sementara itu, kayu dipotong di Tempat Penumpukan Kayu (TPK). Pekerjaan juga dilanjutkan pada malam hari dengan dukungan penerangan tambahan."Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan permukiman warga terus dilanjutkan dengan dukungan enam unit ekskavator," jelas dia.Akses jalan di Desa Geudumbak juga bertambah sepanjang 200 meter sehingga total jalur yang dapat dilalui mencapai 4,85 kilometer. Pembersihan fasilitas pendidikan turut digelar di SMPN 3 Langkahan dan SD Negeri 7 Langkahan.Di Provinsi Sumatera Utara, kegiatan pembersihan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang yang fokus pada pemindahan kayu, pembersihan rumah warga, dan pengangkutan material lumpur.Baca juga: Aceh Terancam Kekurangan Pangan hingga 3 Tahun ke Depan akibat BanjirANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Foto udara kondisi jembatan Aek Garoga 2 yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis . Jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan yang sebelumnya terdampak banjir bandan dan dipenuhi kayu itu kini sudah bisa dilintasi warga.Kegiatan dilaksanakan secara terpadu bersama Satgas Pemda dan TNI, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 14 unit dump truck dari Kemenhut, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mitra perusahaan.Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menyampaikan bahwa kerja lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan pasca-banjir Sumatera.“Pembersihan di Sumatera Utara dilaksanakan secara terkoordinasi di bawah komando satgas (satuan tugas) daerah, dengan tujuan mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” sebut Novita.Baca juga: Ekspansi Sawit hingga Masifnya Permukiman Gerus Hutan di DAS Sumatera Utara


(prf/ega)