JAKARTA, - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengupayakan untuk terus mendorong pembiayaan ke bisnis hijau atau green financing. Tak hanya itu, Permata Bank juga menerapkan sejumlah strategi untuk dapat mengurangi pembiayaan ke bisnis tinggi emisi yang punya risiko merusak lingkungan.Division Head, Sustainability, Permata Bank Harfelia Desti mengatakan, pihaknya memiliki strategi khusus agar pembiayaan yang disalurkan seminimal mungkin mengalir ke perusahaan yang melakukan eksploitasi lingkungan.Baca juga: BTN (BBTN) Ajak Generasi Muda Dalami Pembiayaan HijauFREEPIK/WIRESTOCK Ilustrasi pembiayaan hijau, green financing."Kami punya kebijakan internal, namanya kebijakan pembiayaan berkelanjutan," kata dia ketika ditemui di sela-sela acara bertajuk "Peran Perbankan dalam ESG, Green Lending, dan Tantangan Liputan Isu Berkelanjutan, Senin .Ia menambahkan, kebijakan tersebut mengatur terkait proses evaluasi kredit yang telah mengintegrasikan ESG.Permata Bank akan melakukan uji tuntas (due diligence) dengan ketat sebelum memutuskan untuk menyalurkan kredit korporasi.Proses ini tidak hanya berlaku pada industri tertentu, tetapi pada seluruh industri.Baca juga: Gandeng Perusahaan Thailand, FUJI Perluas Portofolio Pembiayaan Hijau"Ada list of questions (daftar pertanyaan) itu ke setiap nasabah kami. Dalam proses evaluasi kreditnya, si pemutus kredit juga harus membaca hasilnya seperti apa," jelas dia.Desti menjelaskan, pada beberapa kasus, pembiayaan ke sektor dengan jejak emisi karbon mungkin masih diberikan dengan beberapa persyaratan, misalnya jumlahnya yang terbatas dan tenornya yang relatif singkat."Jadi pembiayaan yang emisinya tinggi itu kami tidak tambah exposure-nya, jadi lebih fokus ke yang berkelanjutan," imbuh dia.
(prf/ega)
Strategi Permata Bank (BNLI) Kurangi Pembiayaan ke Sektor Tinggi Emisi
2026-01-11 04:04:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:49
| 2026-01-11 03:45










































