MAGELANG, – Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diprediksi akan dipadati kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Hal ini disebabkan wilayah Kabupaten Magelang menjadi lintasan penghubung antarprovinsi dan antarkota, sehingga volume kendaraan meningkat signifikan saat musim liburan.Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 23–24 dan 30–31 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 1–2 serta 5, 6, dan 7 Januari 2026.Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Mashadi, mengatakan bahwa titik rawan kepadatan kendaraan berada di kawasan Pasar Muntilan, Pasar Krasak, dan Pasar Tegalrejo.Pasar Muntilan berada di Jalan Yogyakarta–Magelang. Pasar Krasak terletak di Jalan Salaman (Magelang)–Purworejo. Sementara itu, Pasar Tegalrejo berada di Jalan Tegalrejo (Magelang)–Salatiga."Kemacetan juga terjadi di Simpang Artos. Apapun yang kami lakukan (rekayasa lalu lintas), numpuknya pasti di sana," ujar Mashadi kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Mudik Gratis Nataru 2025/2026 Kemenehub Dibuka: Ini Jadwal, Tujuan, dan Cara DaftarnyaBerkaca pada pengalaman libur Nataru sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa penambahan durasi lampu hijau di sejumlah persimpangan.Rekayasa tersebut diterapkan mulai dari Semen (Ngluwar) hingga Blondo (Mungkid) yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Yogyakarta–Magelang.Mashadi menjelaskan, penambahan durasi lampu hijau dilakukan menyesuaikan kondisi lalu lintas yang biasanya telah direkayasa lebih dahulu dari wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta."Kami pantau lewat ATCS (Area Traffic Control System) di kantor. Begitu antrean mencapai 200 meter, (durasi) hijau kami tambah 30 detik," ungkapnya.Untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan Pasar Krasak dan Pasar Tegalrejo, personel Dinas Perhubungan akan disiagakan langsung di lokasi guna mengurai kepadatan lalu lintas.Mashadi menambahkan, kemacetan juga berpotensi terjadi di perbatasan Kota Magelang dan Kabupaten Magelang akibat adanya penyempitan jalan."Ada bottleneck atau penyempitan jalan. Dari kota ada empat lajur, masuk kabupaten jadi dua lajur."Lokasi tersebut berada di Desa Payaman, Kecamatan Secang, yang merupakan jalur penghubung menuju Semarang."Belum lagi di Payaman ada pom bensin. Jangankan natal atau lebaran, Jumat sore dan Minggu sore crowded di situ," kata Mashadi.Apabila kepadatan lalu lintas terjadi di jalur tersebut, petugas akan memasang traffic cone sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
(prf/ega)
Kabupaten Magelang Rawan Macet saat Libur Nataru, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
2026-01-11 03:26:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:42
| 2026-01-11 03:12
| 2026-01-11 03:02
| 2026-01-11 02:44
| 2026-01-11 02:13










































