Ke Penyidik, AKBP Basuki Akui Punya Hubungan dengan Dosen Perempuan yang Tewas di Kostel Semarang

2026-01-11 03:44:53
Ke Penyidik, AKBP Basuki Akui Punya Hubungan dengan Dosen Perempuan yang Tewas di Kostel Semarang
SEMARANG, - AKBP Basuki akhirnya memberikan keterangan mengenai hubungannya dengan Dwinanda Linchia Levi (35), dosen perempuan yang ditemukan tewas di kostel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin .Dosen muda tersebut ditemukan tanpa busana di kamar yang juga ditempati oleh AKBP Basuki, seorang perwira polisi yang diketahui telah berkeluarga.Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa AKBP Basuki telah mengakui hubungan dengan Dosen Levi."Dari hasil keterangan kemarin, AKBP Basuki mengakui ada hubungan dengan Dosen Levi," ujarnya pada Senin .Baca juga: Polisi Sita Baju AKBP Basuki dan Obat-obatan dari Kamar Dosen Perempuan yang Tewas di SemarangHubungan antara AKBP Basuki dan Levi, yang merupakan dosen di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, telah terjalin sejak tahun 2020."Sejak 2020 sudah melakukan hubungan intens dengan almarhumah," lanjut Artanto.Selain pengakuan dari AKBP Basuki, penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti."Pada saat olah TKP (tempat kejadian perkara), kita menyita baju milik AKBP Basuki dan milik saudari D. Kami juga menyita obat-obatan yang ada di kamar itu," jelasnya.Selain itu, seprei dan selimut dari kamar tempat ditemukannya korban juga disita."Barang bukti tersebut akan kami gunakan sebagai bukti awal dan menyusun kronologi peristiwa tersebut," tambahnya.Terkait temuan obat-obatan, penyidik sedang membawa barang bukti tersebut ke laboratorium forensik untuk dilakukan pendalaman."Kami akan memeriksa apakah obat-obatan tersebut berdasarkan resep dokter atau merupakan obat-obatan yang tidak memiliki resep," ujarnya.Ketua tim hukum korban dari Untag, Agus Widodo, menyatakan bahwa kampus sangat terpukul dengan kabar duka tersebut.Baca juga: Rekan Sempat Ingatkan Hati-Hati Pacaran dengan Polisi Sebelum Dosen Untag Semarang Tewasnformasi mengenai meninggalnya Levi baru diterima pihak kampus sekitar pukul 14.30 WIB, padahal korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 05.30 WIB."Karena ditemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian almarhumah, Dekan FH Untag meminta kepolisian melakukan otopsi lengkap, termasuk pemeriksaan forensik digital," ungkap Agus.


(prf/ega)