SOLO, - Kebiasaan pengemudi mobil listrik (BEV) tanpa sadar membuat jarak tempuh jauh lebih pendek dari seharusnya.Sehingga, hasilnya kerap tidak sesuai dengan klaim pabrikan.Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan ada beberapa kebiasaan buruk yang paling sering terjadi, sehingga jarak tempuh mobil listrik lebih pendek.Baca juga: BYD Indonesia Harap Insentif Mobil Listrik Dilanjutkan di 2026Mobil listrik punya torsi instan, ini kerap membuat pengemudi terbawa suasana dengan melakukan akselerasi dari posisi berhenti sampai melaju kencang.“Padahal konsumsi daya listrik paling besar terjadi ketika awal jalan. Selain beban menggerakkan mobil yang berat, butuh daya lebih; gas pol juga akan menguras daya lebih banyak,” ucap Jayan kepada , Sabtu .Kebiasaan berkendara agresif tersebut cukup menyenangkan pada mobil listrik, karena torsi instan yang dihasilkan.Namun, konsumsi daya listrik terjadi lebih banyak. Dampaknya, jarak tempuh totalnya bisa lebih pendek.Seperti yang diketahui, mobil listrik tak butuh bahan bakar minyak (BBM), tapi tetap butuh daya listrik.Baca juga: Harga Mobil Listrik Tetap Akan Turun Meski Tanpa InsentifKompas.com/Erwin Setiawan Chery J6 di Chery SoloSementara penampungan daya tersebut ada pada baterai, yang setiap model punya kapasitas masing-masing dan terbatas.“Mobil listrik yang kerap dipakai ngebut sampai kecepatan tinggi juga bisa lebih boros, karena daya listrik akan terkuras lebih banyak. Waktu tempuhnya bisa lebih cepat, tapi jarak lebih pendek,” ucap Jayan.Selain itu, kebiasaan menyetel air conditioner (AC) terlalu dingin, atau dipakai di cuaca panas, bisa membuat beban kerja AC meningkat.“Komponen AC mobil listrik tak lagi membebani motor listrik atau performa, tapi membebani baterai, sehingga daya listrik akan terus terkuras selama AC hidup. Makin dingin target yang harus dicapai, beban kerjanya makin berat,” ucap Jayan.Baca juga: Harga Baterai Terus Turun, Biaya Mobil Listrik Berpeluang Lebih EfisienKompas.com/Adityo Test drive mobil listrik Toyota Urban Cruiser di Astra Auto Fest 2025Arif Nugroho, Service Advisor Hyundai Solo Baru, mengatakan mobil listrik punya rem regeneratif atau engine brake yang disebut juga i-pedal.“Jadi pengereman mobil listrik bisa dilakukan dengan satu pedal. Dengan melepas pedal, maka daya pengereman terjadi, lampu rem menyala, tapi komponen yang berperan adalah dinamo, dan menghasilkan daya pengisian,” ucap Arif kepada , belum lama ini.Level rem regeneratif bisa diatur sesuai kebutuhan, ada 3 level sampai dimatikan.
(prf/ega)
Kesalahan Umum Pengemudi Mobil Listrik yang Harus Dihindari
2026-01-11 14:59:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:44
| 2026-01-11 14:39
| 2026-01-11 14:02
| 2026-01-11 12:39










































