Saksi Akui Ada Instruksi dari Danny Praditya untuk Dekati Isargas Group

2026-01-11 22:35:51
Saksi Akui Ada Instruksi dari Danny Praditya untuk Dekati Isargas Group
JAKARTA, - Head Marketing PT Perusahaan Gas Negara (PGN) 2016-2018 Adi Munandir mengaku diperintahkan oleh mantan Direktur PT PGN Danny Praditya, untuk mendekati pihak Isargas Group, induk perusahaan dari PT Inti Alasindo Energy (PT IAE).Hal ini disampaikan Adi saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan korupsi jual beli gas di PT PGN yang melibatkan Danny Praditya, dan mantan Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim, sebagai terdakwa.“Pada waktu itu, apakah dari Direktur Komersial, dari Danny Praditya, menginstruksikan kepada saksi untuk melakukan pendekatan dengan Isargas? Saksi diinstruksikan untuk menghubungi Sofyan, selaku direktur dari Isargas?” tanya salah satu jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat .Adi membenarkan, ia menghubungi Sofyan pada 31 Agustus 2017 setelah diberi instruksi dari Danny.Baca juga: Pendapatan dan Saham PT IAE Jadi Jaminan Pinjaman Bank Sebelum Kerja Sama dengan PGNKemudian, untuk menindaklanjuti rencana kerja sama PT PGN dan Isargas ini, Adi menemui Sofyan pada 5 September 2017.“Betul, setelah itu ada pertemuan yang dilakukan di kantor PGN di Manhattan,” kata Adi.Pada pertemuan pertama itu, Adi dan tim menjelaskan soal konsep kerja sama Local Distribution Company (LDC) kepada Sofyan.Adi mengatakan, dalam pertemuan itu, Isargas sudah menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dengan skema LDC.Dalam rapat yang sama, Sofyan juga menyinggung soal kondisi keuangan Isargas.Saat itu, Isargas diketahui memiliki utang piutang dengan PT Pertamina Gas (Pertagas).“Kemudian dia menyampaikan informasi terkait dengan kondisi keuangan yang dihadapi dan utang piutang dengan Pertagas,” lanjut Adi.Karena ada utang piutang ini, Sofyan sudah menyinggung soal skema advance payment.“Betul, (Isargas) mau bekerja sama dengan skema LDC, tapi ada permasalahan terkait dengan utang piutang dengan Pertagas, maka meminta untuk menjual beli gas dengan adanya advance payment,” ujar Adi.Adi mengatakan, besaran advance payment ini awalnya berada di angka 12 juta dollar Amerika Serikat.Baca juga: KPK Sita Aset Tanah dan 13 Pipa PT BIG Milik Tersangka Korupsi Jual-Beli Gas PGNSkema advance payment ini kemudian dilaporkan Adi kepada dewan direksi tidak lama setelah pertemuan dengan Sofyan dilakukan.


(prf/ega)