Kisah Nanik Sutarni, Nenek 71 Tahun di Solo Jadi Juru Parkir Agar Badan Tetap Bugar

2026-01-11 22:42:51
Kisah Nanik Sutarni, Nenek 71 Tahun di Solo Jadi Juru Parkir Agar Badan Tetap Bugar
SOLO, - Nanik Sutarni (71) merupakan perempuan tangguh yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir).Warga Kandang Sapi, Solo, Jawa Tengah ini sudah berprofesi sebagai jukir sejak 2002 di Pasar Legi.Nanik mengaku tidak malu dengan pekerjaan yang umumnya dilakoni laki-laki. Ia justru merasa menjadi jukir membuatnya lebih aktif dan sehat."Saya daripada duduk terus, olahraga. Dulu saya gemuk. Saya ingin kurus bingung, ngurangi apa-apa enggak bisa kurus. (Jadi jukir) saya lari ke sana, lari ke sini bisa (kurus)," kata Nanik saat diwawancarai di Solo, Jawa Tengah, Selasa .Baca juga: Juru Parkir Liar yang Pungut Rp 30.000 di Alun-alun Tegal Minta Maaf, Ternyata Pedagang Pecel LeleSelain sebagai olahraga, kata Nanik, dirinya ingin memiliki penghasilan sendiri untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Ia sempat dilarang cucunya menjadi jukir."Hasil (jukir) tidak seberapa. Tapi yang penting setiap hari bisa olahraga," ungkap dia."Sebenarnya cucu saya tidak setuju. Tapi saya nekat. Terus cucu bilang tidak apa-apa 'mbah olahraga'," sambung dia.Setiap hari, Nanik bekerja mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Ia berangkat dari rumah ke Pasar Legi naik angkutan feeder Solo karena tidak bisa mengendarai kendaraan sendiri.Ia menata parkir kendaraan roda dua dan mobil dengan tarif Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Namun, tidak semua pelanggan mau membayar sesuai tarif."Ada yang tidak bayar. Ada yang bayar Rp 1.000. Minta karcis Rp 5.000 bayarnya Rp 3.000. Tapi saya tidak apa-apa," ucap Nanik.Baca juga: Wali Kota Solo Siapkan Program Jukir Teladan, Hadiah Umrah hingga Motor untuk yang TerbaikKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan jukir di Solo tercatat ada sebanyak 2.500 orang. Mereka memiliki seragam dan Kartu Tanda Anggota (KTA)."Jadi tandanya resmi dia punya KTA sama seragam," kata Taufiq.


(prf/ega)