IHSG 6 Kali Cetak Rekor ATH di Era Menkeu Purbaya, BEI: Pasar Suka Pro Growth

2026-01-11 23:00:52
IHSG 6 Kali Cetak Rekor ATH di Era Menkeu Purbaya, BEI: Pasar Suka Pro Growth
JAKARTA, – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak enam kali selama masa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan bahwa pasar modal merespons positif arah kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan ekonomi.“Waktu Purbaya menjadi Menteri Keuangan, kita enam kali all time high, sementara dari Januari sampai September hanya satu kali,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam acara Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi di Jakarta, Rabu , seperti dikutip dari Antara."Ini menarik, jadi fenomena ternyata orang suka yang pro-growth," tambah dia.Menurut Iman, tren tersebut memperlihatkan persepsi positif pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga momentum ekspansi ekonomi.Baca juga: IHSG Ditutup Menguat Tajam ke 8.318,526, Bursa Ramai Transaksi Rp 18,4 TriliunPada perdagangan Rabu, IHSG kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah pada level 8.318,53 setelah ditutup menguat 76,62 poin (0,93 persen).Pada Senin , indeks acuan BEI ini juga ditutup di level tertinggi pada 8.241,91.Dari sisi suplai dana, Iman mencatat adanya perubahan perilaku menarik dari investor asing. Secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), asing masih tercatat melakukan net sell senilai Rp 41,8 triliun.Namun, pada Oktober 2025 terjadi pembalikan arah dengan net buy sebesar Rp 12,9 triliun, yang menandakan mulai pulihnya minat investor global terhadap pasar saham Indonesia.Iman menambahkan, jumlah investor asing dan nilai aset yang mereka kelola juga terus meningkat dalam empat tahun terakhir, meskipun ia tidak merinci besarannya.Aktivitas jual-beli yang tetap tinggi justru menunjukkan pasar Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan.“Saya agak skeptis ketika orang bicara bahwa Indonesia tidak lagi menjadi pembicaraan bagi investor asing. Tidak, ternyata Indonesia tetap menjadi pilihan,” kata Iman.Meski begitu, Iman menyoroti bahwa pertumbuhan jumlah investor domestik sejak 2020 masih tergolong kecil. Padahal, dalam jangka panjang, investor dalam negeri diharapkan menjadi penopang utama stabilitas pasar modal nasional.“Tantangannya justru di investor domestik. Idealnya mereka menjadi tulang punggung pasar, bukan hanya pelengkap,” ujarnya.Dengan tren IHSG yang terus menembus rekor baru dan arus modal asing yang kembali positif, BEI optimistis momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia dapat berlanjut hingga 2026, sejalan dengan arah kebijakan ekonomi yang pro-pertumbuhan.Baca juga: IHSG Ditutup Melonjak 1,36 Persen pada 8.275, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Lagi


(prf/ega)