Pernyataan Saat RDP di DPR Dipotong Media, Le Minerale Tegaskan Sumber Air Berasal dari Pegunungan, Bukan Air Tanah

2026-01-11 03:18:51
Pernyataan Saat RDP di DPR Dipotong Media, Le Minerale Tegaskan Sumber Air Berasal dari Pegunungan, Bukan Air Tanah
– PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale, menegaskan bahwa produknya bersumber dari air pegunungan terpilih, bukan dari air tanah sebagaimana sempat diberitakan sejumlah media setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin .Direktur External Affairs dan Regulatory Tirta Fresindo Jaya Johan Muliawan menyatakan, pemberitaan yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan pernyataannya dengan utuh.“Apa yang disampaikan beberapa media saat ini tidak seutuhnya. Pernyataan saya banyak dipotong. Saya kembali menegaskan bahwa Le Minerale bersumber dari air pegunungan. Yang namanya air pegunungan, yang terbaik adalah dari dalam gunung,” ujar Johan lewat keterangan tertulis, Selasa .Johan menjelaskan, setiap tetes Le Minerale berasal dari sumber air pegunungan vulkanik yang terlindungi dan kaya mineral. Sumber tersebut tersebar di sejumlah kawasan pegunungan di Indonesia, seperti Gunung Salak, Gunung Pangrango, Gunung Mandalawangi, Gunung Gede, dan Gunung Bromo.“Seluruh sumber itu telah melalui proses seleksi yang ketat untuk memastikan kualitas dan keasliannya,” kata Johan.Baca juga: Le Minerale Cantumkan Kandungan Mineral Alami di Botol, Bukti Sumber Air Berasal dari PegununganJohan menambahkan, keaslian sumber air mineral pegunungan bukan sekadar klaim. Hal itu dapat dibuktikan melalui informasi yang tercantum pada kemasan Le Minerale.“Konsumen bisa melihat langsung dengan jelas di kemasan Le Minerale. Label air mineral pegunungan dan kandungan mineral yang tercantum di kemasan telah diverifikasi serta diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Informasi ini tidak mungkin dicantumkan tanpa bukti yang terverifikasi,” ujarnya.Ia menambahkan, keaslian tersebut juga diperkuat oleh serangkaian pengujian ilmiah yang dilakukan perusahaan.“Keaslian sumber dan kandungan mineral alami ini dapat dibuktikan secara ilmiah melalui analisis isotop, kajian geologi, geofisika, serta studi hidrokimia,” kata Johan.Selain menegaskan keaslian sumber air, Johan juga memastikan bahwa pengambilan air dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitar area pegunungan.“Seluruh tahap pengelolaan dilakukan secara higienis dan sesuai izin resmi dari pemerintah. Ini untuk memastikan keamanan serta keberlanjutan dalam setiap tahap produksi,” ujarnya.


(prf/ega)