JAKARTA, - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan alasan terbitnya Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Presiden Prabowo Subianto.Gus Ipul mengatakan, alasan yang melatarbelakangi terbitnya Inpres DTSEN tersebut adalah karena Kepala Negara menyadari masalah data yang tidak padu."Banyak alasan yang melatarbelakangi terbitnya Inpres nomor empat itu. Bapak Presiden menyadari dengan sungguh-sungguh tentang adanya suatu kenyataan di mana data kita selama ini memang belum padu, karena datanya tidak padu, intervensinya tidak padu," kata Gus Ipul, di Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Kamis ."Karena intervensinya tidak padu, maka dampaknya tentu tidak sekuat kalau itu kita intervensi secara bersama-sama," sambung dia.Baca juga: Apa Itu Rehabilitasi, yang Diberikan Prabowo kepada 2 Guru di Luwu Utara?Gus Ipul lalu mengungkapkan tentang data yang dikumpulkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengenai sejumlah subsidi dan bansos."Sejumlah subsidi dan bansos yang ditengarai tidak tepat sasaran," ungkap dia.Gus Ipul menyoroti adanya masalah salah sasaran pada bantuan sosial dari total anggaran bantuan sosial dan subsidi yang mencapai lebih dari Rp 500 triliun."Jadi, ada sekitar Rp 500 triliun lebih subsidi dan bantuan sosial yang disalurkan lewat APBN, tetapi ditengarai subsidi dan bantuan sosial itu tidak tepat sasaran," ucap dia.Ia mengakui bahwa ketidaktepatan sasaran bansos itu seringkali ditemukan di tengah-tengah masyarakat yang seharusnya menerima bantuan.Baca juga: Hasil Ground Check, Mensos Ungkap Ada 35 Juta Keluarga Penerima Bansos"Bisa jadi data ini tidak sepenuhnya benar, tetapi ketidaktepatan sasaran itu menjadi semacam situasi yang kita temukan," tutur dia.Ketidaktepatan sasaran bansos itulah yang menjadi alasan terbitnya Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN."Ini salah satu kenapa kemudian Inpres itu terbit dan ini kita rasakanlah di tengah-tengah masyarakat," ucap dia.
(prf/ega)
Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Inpres DTSEN, Mensos: Data Belum Padu
2026-01-11 23:00:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 21:07
| 2026-01-11 20:40










































